KAB.BANDUNG-JABAR
Globalindo.Net // Hal itu diungkapkan Bupati Bandung, saat menghadiri penutupan pelatihan teknis bagi Kepala SMPN di lingkungan Pemkab Bandung yang berlangsung di Hotel Puri Khatulistiwa Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Jawa Barat, Jumat (2/8/2024).
Dirinya bangga dan bersyukur karena pelatihan ini telah berlangsung dengan sukses dan lancar. Kegiatan ini selain untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan, juga suatu upaya strategis dalam memperkuat integritas dan budaya kerja di lingkungan pendidikan Pemkab Bandung.
“Pelatihan teknis ini dilaksanakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung”.
Dadang Supriatna mengungkapkan sebagai bagian dari komitmen Pemerintahan Kabupaten Bandung terhadap peningkatan kualitas pendidikan,
“Seperti program pengembangan kompetensi kepala sekolah dan guru untuk meningkatkan kompetensi para kepala sekolah dalam berbagai aspek managerial, pedagogis dan juga teknologi pendidikan”.
Mensikapi sampai dengan kondisi hari ini, Dadang Supriatna (Kang DS), mengucapkan terima kasih kepada para kepala sekolah, yang mana bisa keluar dari zona nyaman.
Dirinya berharap kepada Kabid BKPSDM Kabupaten Bandung dipersilahkan untuk bekerjasama, apabila para kepala sekolah ini mempunyai visi dan misi sehingga tercapai sesuai visi dan misi lokal di sekolahnya masing-masing.
Maka,BKPSDM sesuai dengan perintah yang disampaikan, bahwa semua pegawai Pemerintah Kabupaten Bandung ini untuk terus diberikan capacity building, kata Bupati Bandung.
Kang DS berharap dengan sudah dilaksanakannya bimbingan teknis ini, yang tentunya capacity building untuk para kepala sekolah dari hari Rabu (31/7/2024) sampai hari Jumat (2/8/2024) ini, bisa menghasilkan suatu ilmu yang bisa diterapkan.
“Bukan hanya mendapatkan keilmuan dari nara sumber waktu pemaparan saja, tetapi bisa diimplementasikan. Apalagi kondisi hari ini mohon diingatkan dan disampaikan kepada guru-guru pengajar yang mana setiap guru ini harus bisa lebih mempersiapkan diri. Jangan sampai guru kalah oleh murid,” tuturnya.
Karena saat ini sudah tidak bisa dihindari masalah digitalisasi. Salah satu contoh di Kabupaten Bandung saat ini sudah berubah, katanya, yang tadinya manual, dan konvensional.
“Tapi saat ini sudah mulai berubah, baik itu dalam konteks e-office, termasuk dalam konteks data yang lain-lainnya. Ini sudah mulai ada perubahan,” ujarnya.
Ia pun berencana mengundang seluruh guru di Kabupaten Bandung untuk memutuskan apakah DHE (daftar hadir elektronik) perlu dikaji ulang atau disempurnakan atau misalkan pengecualian untuk para guru.
“Kabar baik memberikan harapan untuk guru-guru kita. Tetapi nanti ada suatu metode, supaya DHE ini tidak berlaku untuk para guru. Nah penggantinya seperti apa, ini lagi saya kaji dan mudah-mudahan tetap semangat apapun keputusan bahwa ini untuk kemajuan untuk peningkatan kualitas pendidikan, untuk anak-anak kita,” tuturnya
Kang DS berharap setelah anak-anak selesai sekolah, mempunyai ilmu yang bermanfaat.
sum : FCN
(Rf)












