Hukum & KriminalBAndung BaratJawa Barat

Polres Cimahi Masih Mendalami Ditemukannya Guratan Tulisan ‘Curhat’ Ditembok di TKP

1109
×

Polres Cimahi Masih Mendalami Ditemukannya Guratan Tulisan ‘Curhat’ Ditembok di TKP

Sebarkan artikel ini

BANDUNG BARAT-JABAR

Globalindo.Net //  Misteri ditemukannya 2 kerangka manusia ibu dan anak di Tanimulya, Kabupaten Bandung Barat masih terus didalami oleh pihak Polres Cimahi.

Setelah olah tempat kejadian perkara (TKP) Selasa (30/7/2024), Tim Polres Cimahi lakukan gerak cepat dengan memeriksa para saksi. Mulai dari orang yang pertama menemukan kerangka ibu dan anak itu serta orang-orang di sekitar rumah keduanya.

Di tengah proses pengungkapan misteri tersebut, ada yang menyita perhatian ditemukannya guratan tulisan di tembok berupa curahan hati Indah dan Elia, yang dituliskan di bagian ruang tamu serta kamar tempat mereka meninggal hingga jadi kerangka.

Beberapa tulisan itu berbunyi ‘Jikalau kau menikah lagi, aku harap kau jangan menyakiti istri ketiga mu nanti. Aku lihat kau sudah meminang istri baru lagi kan? Yang dari Ciamis yang photo bersamamu itu. Dipajang di FB Hendra Setiawan. Di kolom komentar tertulis mengingat karena kau pernah gagal menjalani hubungan pada istri ke 1 mu yang bernama Leony Maria Theressia’.

Tulisan lainnya yakni ‘Aku minta rumah ini diwakafkan untuk mesjid Tanimulya. Kalau Mudjoyo Tjandra tidak menyerahkan untuk didirikan mesjid di tempat ini, berarti sudah menjadi penjahat karena merebut hak saya dan warga Tanimulya untuk warga RT 10. Pak RT tolong tagih rumah ini dan harus jadi mesjid atas kematian saya’.

Di tembok tengah rumah, tertulis curahan hati diduga dibuat Elia. Tulisan itu berbunyi ‘Aku hanya minta uang sekolah tapi kau seperti itu. Katanya raihlah cita-citamu setinggi langit, tapi kau tidak dukung aku dengan biaya sekolah. Maafkan aku tidak bisa menjadi anak yang sempurna karena manusia tidak ada yang sempurna. Termasuk istrimu aja kau tinggalkan karena kau menuntut dia menjadi sangat sempurna. Tapi ketahuilah, hanya tuhan yang sempurna’.

Menurut Tri, jika diperhatikan secara saksama, tulisan-tulisan itu memang berkaitan dengan curahan hati atas permasalahan yang sedang dialami. Namun tulisan itu akan diidentifikasi lebih lanjut.

“Konteksnya berkaitan dengan permasalahan yang dialami. Nantinya akan dipastikan terlebih dahulu, apakah tulisan yang ada di tembok itu sama dengan tulisan milik dua kerangka itu yang ditulis di media lain,” kata Tri.

Tulisan-tulisan itu juga jadi bukti yang dikumpulkan kepolisian untuk mengungkap misteri kematian dua kerangka tersebut. Termasuk pemeriksaan terhadap barang bukti lain yang sudah terlebih dahulu diamankan.

“Memang sudah ada bukti-bukti penunjang dan bukti-bukti petunjuk untuk memastikan apa penyebab kematian dari kedua korban tersebut. Baru kita bisa menjelaskan nih, kalau sekarang kan hanya persepsi,” pungkasnya.

 

Galih