WEST PAPUA,Globalindo.Net// President Pemerintah Sementara United Liberation Movement For West Papua (ULMWP), Menyampaikan Selamat Memperingati HUT Ke 44 Tahun Kemerdekaan Negara Republik Vanuatu hari ini 30 Juli 2024 di Port Vila Vanuatu.
Presiden Wenda mengatakan bahwa Saya merasa sangat terhormat bisa menghadiri perayaan Hari Kemerdekaan di Port Vila Vanuatu. Acara ini merupakan bentuk solidaritas Melanesia yang mendalam, ketika Perdana Menteri Charlot Salwai mengakui pendudukan kolonial yang sedang berlangsung di Papua Barat dan Kanaky. Pidato nasional Salwai menghormati semangat bapak pendiri Vanuatu, Walter Lini, yang mengatakan bahwa Vanuatu tidak akan merdeka sampai seluruh Melanesia merdeka, termasuk Papua Barat dan Kanaky. Atas nama Pemerintah sementara ULMWP, saya mengucapkan terima kasih kepada PM Salwai atas dukungannya yang teguh terhadap Papua Barat. Tambahnya

Presiden Wenda menambahkan Ikatan antara Vanuatu dan Papua Barat sangatlah istimewa. Masyarakat Papua Barat menganggap Vanuatu sebagai keluarga: saudara dan saudari kita di Melanesia yang telah memupuk perjuangan kemerdekaan kita seiring dengan berkembangnya negara ini menjadi pemerintahan sementara yang sepenuhnya siap untuk menjalankan urusan kita sendiri. Dari mantan PM Barak Sope yang menyaksikan rekonsiliasi Organisasi Papua Merdeka pada tahun 1987, hingga Deklarasi Saralana pada tahun 2014, Vanuatu telah lama menjadi rumah perjuangan West Papua tegasnya.

Vanuatu tetap menjadi contoh cemerlang negara Melanesia yang bebas dan sejahtera. Dalam waktu kurang dari 50 tahun, Anda telah berubah dari penderitaan di bawah pemerintahan kolonial menjadi pemimpin dunia dalam perjuangan melawan bencana iklim dan imperialisme modern. Berada di sini di Port Vila, saya sekali lagi terinspirasi oleh keberhasilan Vanuatu dan dukungan tegasnya terhadap penentuan nasib sendiri. Ujarnya.
Seperti Pastor Walter Lini, semua warga Papua Barat memimpikan pembebasan Melanesia. Kami tahu bahwa kemerdekaan kami akan segera tiba, dan suatu hari nanti kami akan berdiri bahu membahu dengan Vanuatu sebagai negara bebas. Tutupnya
Jurnalis : Dano Tabuni
Editor:Purwati












