Kabupaten BandungBeritaEkonomiJawa Barat

Para Petani Baleendah Kab. Bandung Prihatin, Harga Produksi Tidak Sebanding Dengan Hasil Yang di Dapat

1846
×

Para Petani Baleendah Kab. Bandung Prihatin, Harga Produksi Tidak Sebanding Dengan Hasil Yang di Dapat

Sebarkan artikel ini

KAB.BANDUNG-JABAR

Globalindo.Net // Para petani yang ada di Kampung Babakan Sukawargi, Kec. Baleendah Kab. Bandung kini sudah memanen padinya tepat di saat masuknya musim kemarau tiba.

 

Anang 69 tahun di bantu istrinya Wiwi 63 tahun sibuk memotong padi nya dengan celurit

Di tengah harga beras yang melambung, mereka nampak fokus memanen padi dengan cepat. Tak ada satu jengkal pun yang terlewati dalam proses memanen tersebut.

Anang menuturkan kalo dihitung-hitung menjadi petani di jaman sekarang itu sangat rugi karena biaya produksi dengan hasil yang di dapat tidak sebanding.

Pantas saja generasi sekarang sudah tidak tertarik lagi menjadi petani, karena penghasilannya kecil dan tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, alih alih banyak program dari pemerintah untuk kesejahteraan para petani, namun sudah berpuluh-puluh tahun dirinya jadi petani belum pernah merasakan program tersebut, tutur Anang.

Apalagi persawahan yang ada di kampung Babakan Sukawargi Kab. Bandung hanya memanfaat kan air hujan alias tadah hujan.

Untuk mesiasatinya pada bulan Agustus Anang terpaksa beralih menanam ubi jalar, selain agak ringan biaya produksi, ubi jalar sangat cocok di tanam saat musim kemarau, tambah Anang.

Anang adalah salah satu potret suram dari ribuan para petani di Kabupaten Bandung dengan kondisi kurang lebih sama, mereka sebenarnya sudah dapat memperhitungkan laba-rugi, estimasi biaya dan pendapatan dari permasalahan diatas.

Entah sampai kapan kondisi seperti ini terus terjadi, yang pasti apabila pemerintah daerah tidak segera mengambil tindakan, maka dipastikan ketahanan pangan dan nasib para petani terancam.

Mengingat permasalahan yang dihadapi para petani tak kurang seperti persoalan harga gabah, benih serta pupuk yang tak berpihak kepada mereka, menambah deret masalah.

Generasi muda pun sudah tidak lagi tertarik untuk turun ke mengolah sawah, jika ada jumlahnya tidak banyak.

Di momen Pilkada tahun 2024 para petani di Kabupaten Bandung berharap kedepan siapapun yang menjadi Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Bandung bisa memberikan solusi atas kondisi yang menimpa mereka.

GALIH