KAB.BANDUNG-JABAR
Globalindo.Net // Ajaran baru menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang jajanan sekolah. Seorang pedagang Wawan 52 Tahun mengaku senang, dengan masuk nya ajaran baru, itu artinya siswa kembali kesekolah. Semenjak sekolah libur penghasilannya menurun drastis,
Sebagai kepala keluarga Wawan menghidupi seorang istri dan 2 anak yang masih sekolah, sehari hari Wawan menggantung kan hidup dengan berjualan sosis bakar di depan sekolah dasar SD Negri Korpri, Kec Baleendah, Kabupaten Bandung.
“selama libur sekolah saya berjualan keliling dari kampung ke kampung itu pun kalo modal nya ga ke pake,” ujar wawan sambil tersenyum.
Selama berjualan keliling dari pagi hingga sore, Wawan mengaku mendapatkan penghasilan Rp 50.000. Berbeda jauh dengan pendapatannya apabila mangkal di lingkungan sekolah. “Bisa dapat Rp 150,000, itu pun jualannya dari jam 07.00, pagi sampai siang, sampai bubaran sekolah saja,” ujar wawan
Berbeda dengan Yayat 37 tahun pedagang gorengan, untuk memenuhi kebutuhan sehari hari nya selama libur sekolah memilih untuk kerja serabutan.
“Ya kan kalo kerja serabutan kadang ada kadang ga ada apalagi jaman sekarang kebutuhan semua serba mahal dari bahan pokok sampai listrik belum bensin. gimana ini pemerintah,” ujar Yayat sambil menghela nafas.
Yayat berhap pemerintah harus memikir kan nasib rakyat nya bukan fokus pada satu program pembangunan tapi ke sejahteraan rakyat d abai kan.
Wawan dan Yayat mewakili ribuan pedagang kecil berharap pemerintah dapat melihat rakyat nya betapa sulit nya bertahan hidup di jaman sekarang ini.
Galih












