Berita

SELAMAT JALAN PENJAGA MEDIA DAKWAH NU

307
×

SELAMAT JALAN PENJAGA MEDIA DAKWAH NU

Sebarkan artikel ini

Globalindo.Net//.Tepat tujuh hari jelang Harlah E-Harian AULA, tiba-tiba kami dikejutkan dengan berita di WA Grup yang dikirim sekretaris redaksi, Rini Marini “Innalillahi wa innailaihi roojiun…. Telah meninggal dunia teman dan sahabat kita Bp. Saifullah di RSAL Surabaya 10 menit yg lalu… Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT… Husnul khotimah… Aamiin yra”

Kalimat itulah yang membuat semua anggota group kaget. Ya, tepatnya hari Senin (10/6/2024) pukul 09.50 WIB Saifullah Ibnu Nawawie telah “dipanggil” oleh Allah SWT.

Almarhum adalah sosok wartawan yang menjadi panutan di Majalah AULA, khususnya Aula Media Grup (AMG). Hampir seluruh hidupnya didedikasikan untuk menulis di media milik PWNU Jawa Timur tersebut. Meskipun akhir-akhir ini juga menggawangi media online milik PBNU, yakni NU Online.

Perjuangan almarhum dalam berdakwah melalui tulisan ini cukup luar biasa. Termasuk ketika “melahirkan” media harian berbasis digital, yakni E-Harian AULA.
“Terus terang, kami sangat kehilangan sosok yang memiliki darah pejuang melalui media ini. Orangnya cukup humble, murah senyum dan ringan tangan,” ujar Pimpinan Perusahaan Aula Media Grup, Mochamad Djamil Masduki.

Bahkan ketika mengalami sakit di punggungnya, Saifullah tetap ngotot ingin menulis meski di atas tempat tidur. “Biar bisa sedikit meredakan sakit saya,” begitu alasannya.

Semangat almarhum bukan hanya ditunjukkan dalam menulis. Tapi juga mau menularkan ilmunya pada anak-anak generasi muda NU.

Seringkali beliau keluar dari rumahnya di Sumobito, Jombang pagi hari menuju ke pondok-pondok pesantren di Jawa Timur. Hanya untuk menularkan ilmu jurnalistiknya.

Itu terlihat ketika waktu masuk “deadline” untuk E-Harian AULA seringkali almarhum kirim WA: “Maaf agak telat, krn nulis di atas bus”. Atau biasanya WA: “Sebentar, msh tunggu Gojek di Bungurasih”.

Karena itulah, bukan hanya Aula Media Grup (AMG) yang merasa kehilangan sosok Saifullah. Tapi juga penulis generasi muda NU yang masih memerlukan sentuhan ilmu jurnalistik dari almarhum. “Semoga ada sosok jurnalis yang bisa menggantikan Pak Saiful dalam membimbing penulis anak-anak muda NU,” harap Djamil.

Selamat jalan, Pak Saiful. Selamat jalan penjaga media dakwah NU.

Jam.