Berita utamaHukum & KriminalJAWA TIMURPemerintahanPeristiwaSosial dan budayaSumenepTerbaru

Praktisi Hukum Dan Pengacara ternama Saiful Bahri S.H angkat bicara soal Bupati Sumenep, Usut Tuntas

770
×

Praktisi Hukum Dan Pengacara ternama Saiful Bahri S.H angkat bicara soal Bupati Sumenep, Usut Tuntas

Sebarkan artikel ini

Sumenep,Globalindo.net – Langkah Bupati Sumenep yang meminta kericuhan Festival Dewi Cemara, untuk diusut tuntas sudah dinilai tepat.

Hal itu tak lain hanya untuk mengungkap kebenaran fakta  terjadinya kericuhan tersebut, jika nantinya ditemukan unsur pidananya maka secara tak langsung akan ditemukan motifnya, murni kejadian secara langsung atau ada unsur kesengajaan..? Jika ada unsur kesengajaan maka haruslah juga diberitahukan kepada masyarakat dan tindak sesuai hukum pelaku, provokator dan otaknya, untuk menghindari asumsi dugaan miring pihak-pihak tertentu. Setidaknya kejadian tersebut telah dengan jelas mencederai citra Kabupaten Sumenep.

Apalagi peserta Festival Dewi Cemara tersebut tidak hanya peserta dari lokal sumenep melainkan juga dari berbagai daerah yang ada Jawa Timur.

” Permintaan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang meminta jajaran Polres Sumenep untuk mengusut tuntas kericuhan di acara itu sudah tepat,” kata Praktisi Hukum Syaiful Bahri, S.H., Minggu (5/11/2023).

Karena menurut dia, kerusuhan tersebut telah membuat malu Kabupaten Sumenep di mata publik. Selain itu peristiwa kerusuhan tersebut telah pantas dinilai sebagai tidak pidana dan meresahkan masyarakat.

” Polres Sumenep harus bisa mengusut tuntas peristiwa tersebut, karena ini sudah menyangkut nama baik Sumenep ditataran regional maupun nasional. Selain itu peristiwa tersebut juga sudah bisa dimasukkan dalam perbuatan tindak pidana,” sambung dia.

” Ungkap juga motif dari pelaku siapa otak dan provokatornya jika dalam pengusutan nanti  ditemukan unsur demikian, karena kalau melihat video ada semacam botol yang dilempar sepertinya berisi bahan bakar sehingga menyebabkan kebakaran ini bisa diartikan memang ada persiapan dari awal,” pintanya.

Maka dari itu pihaknya berharap Polres Sumenep serius mengusut peristiwa kericuhan dua musik tong-tong tersebut. ” Semoga Polres Sumenep serius mengusut persoalan peristiwa kericuhan tersebut, agar apa yang menjadi permintaan Bapak Bupati Sumenep bisa terwujud dan juga agar nama Kabupaten Sumenep tidak tercoreng dimata publik ,” harap pria Alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Dilansir dari Media Center, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meminta kericuhan di Festival Dewi Cemara, untuk diusut tuntas siapa saja oknum pelaku atau provokatornya.

Sehingga aparat kepolisian untuk memproses para pelaku atau provokator, yang mengakibatkan kericuhan pada Festival Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera) Jawa Timur 2023.

” Saya minta jajaran Polres Sumenep untuk mengusut tuntas kericuhan di acara itu, karena telah merusak kegiatan tahunan provinsi Jawa Timur,” kata Bupati melalui saluran telepon kepada Media Center, Jumat ( 03/11/2023) dilansir dari media center.

Jajaran penegak hukum Polres Sumenep, untuk menindak pelaku yang terlibat kericuhan dengan tegas, supaya tidak ada lagi kejadian serupa pada kegiatan lainnya, apalagi acara yang diadakan ini, untuk membangun kekompakan dan kebersamaan Kabupaten atau Kota di Jawa Timur demi membangun daerah melalui desa wisata.

” Para pelaku yang membuat kerusuhan di kegiatan itu harus ada tindakan secara hukum, supaya di gelaran lainnya tidak semena-mena merusak acara,” terangnya.

Dirinya sangat menyayangkan terjadinya kericuhan di Festival Dewi Cemara, mengingat kedua musik tong-tong ini hanya tampil untuk memeriahkan serta menghibur para peserta yang berasal dari luar daerah dan masyarakat atau pengunjung.

Saat ini, dirinya berada di luar kota untuk mengikuti pengajian dan mendapat laporan telah terjadi kericuhan di Festival Dewi Cemara, sehingga siapapun yang terlibat untuk ditindak tegas secara hukum.

” Saya mendorong aparat penegak hukum melakukan langkah-langkah prosedural untuk mengungkap siapa provokator dan pelaku kericuhan,” pungkas Bupati.

Bupati menyampaikan permohonan maaf kepada peserta Festival Dewi Cemara, khususnya yang berasal dari luar Kabupaten Sumenep atas kericuhan saat

Praktisi Hukum Dan Pengacara ternama Saiful Bahri SH angkat bicara soal Bupati Sumenep, Usut Tuntas

Sumenep – Langkah Bupati Sumenep yang meminta kericuhan Festival Dewi Cemara, untuk diusut tuntas sudah dinilai tepat.

Hal itu tak lain hanya untuk mengungkap kebenaran fakta terjadinya kericuhan tersebut, jika nantinya ditemukan unsur pidananya maka secara tak langsung akan ditemukan motifnya, murni kejadian secara langsung atau ada unsur kesengajaan..? Jika ada unsur kesengajaan maka haruslah juga diberitahukan kepada masyarakat dan tindak sesuai hukum pelaku, provokator dan otaknya, untuk menghindari asumsi dugaan miring pihak-pihak tertentu. Setidaknya kejadian tersebut telah dengan jelas mencederai citra Kabupaten Sumenep.

Apalagi peserta Festival Dewi Cemara tersebut tidak hanya peserta dari lokal sumenep melainkan juga dari berbagai daerah yang ada Jawa Timur.

” Permintaan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang meminta jajaran Polres Sumenep untuk mengusut tuntas kericuhan di acara itu sudah tepat,” kata Praktisi Hukum Syaiful Bahri, S.H., Minggu (5/11/2023).

Karena menurut dia, kerusuhan tersebut telah membuat malu Kabupaten Sumenep di mata publik. Selain itu peristiwa kerusuhan tersebut telah pantas dinilai sebagai tidak pidana dan meresahkan masyarakat.

” Polres Sumenep harus bisa mengusut tuntas peristiwa tersebut, karena ini sudah menyangkut nama baik Sumenep ditataran regional maupun nasional. Selain itu peristiwa tersebut juga sudah bisa dimasukkan dalam perbuatan tindak pidana,” sambung dia.

” Ungkap juga motif dari pelaku siapa otak dan provokatornya jika dalam pengusutan nanti ditemukan unsur demikian, karena kalau melihat video ada semacam botol yang dilempar sepertinya berisi bahan bakar sehingga menyebabkan kebakaran ini bisa diartikan memang ada persiapan dari awal,” pintanya.

Maka dari itu pihaknya berharap Polres Sumenep serius mengusut peristiwa kericuhan dua musik tong-tong tersebut. ” Semoga Polres Sumenep serius mengusut persoalan peristiwa kericuhan tersebut, agar apa yang menjadi permintaan Bapak Bupati Sumenep bisa terwujud dan juga agar nama Kabupaten Sumenep tidak tercoreng dimata publik ,” harap pria Alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Dilansir dari Media Center, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meminta kericuhan di Festival Dewi Cemara, untuk diusut tuntas siapa saja oknum pelaku atau provokatornya.

Sehingga aparat kepolisian untuk memproses para pelaku atau provokator, yang mengakibatkan kericuhan pada Festival Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera) Jawa Timur 2023.

” Saya minta jajaran Polres Sumenep untuk mengusut tuntas kericuhan di acara itu, karena telah merusak kegiatan tahunan provinsi Jawa Timur,” kata Bupati melalui saluran telepon kepada Media Center, Jumat ( 03/11/2023) dilansir dari media center.

Jajaran penegak hukum Polres Sumenep, untuk menindak pelaku yang terlibat kericuhan dengan tegas, supaya tidak ada lagi kejadian serupa pada kegiatan lainnya, apalagi acara yang diadakan ini, untuk membangun kekompakan dan kebersamaan Kabupaten atau Kota di Jawa Timur demi membangun daerah melalui desa wisata.

” Para pelaku yang membuat kerusuhan di kegiatan itu harus ada tindakan secara hukum, supaya di gelaran lainnya tidak semena-mena merusak acara,” terangnya.

Dirinya sangat menyayangkan terjadinya kericuhan di Festival Dewi Cemara, mengingat kedua musik tong-tong ini hanya tampil untuk memeriahkan serta menghibur para peserta yang berasal dari luar daerah dan masyarakat atau pengunjung.

Saat ini, dirinya berada di luar kota untuk mengikuti pengajian dan mendapat laporan telah terjadi kericuhan di Festival Dewi Cemara, sehingga siapapun yang terlibat untuk ditindak tegas secara hukum.

” Saya mendorong aparat penegak hukum melakukan langkah-langkah prosedural untuk mengungkap siapa provokator dan pelaku kericuhan,” pungkas Bupati.

Bupati menyampaikan permohonan maaf kepada peserta Festival Dewi Cemara, khususnya yang berasal dari luar Kabupaten Sumenep atas kericuhan saat pembukaan yang mengganggu.(red).

 

Penulis.  : Jarwo

Editor.    : Redaksi