BeritaNasionalPemerintahanPolitikTerbaru

Kritik Itu Vitamin

284
×

Kritik Itu Vitamin

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Globalindo.net – Beberapa hari terakhir civitas akademika berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyatakan sikap atas perkembangan demokrasi yang terjadi. Seolah berlomba, mereka menyampaikan kritik pedas kepada pemerintah.

Atas maraknya kritik tersebut, wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Marsudi Syuhud menyatakan kritik adalah hal biasa bahkan justru menyehatkan bagi demokrasi.

“Kritik itu biasa, karena kritik itu adalah vitamin. Kalau vitaminnya pas, itu akan menyehatkan bangsa ini, akan menyehatkan demokrasi ini ketika kritik dimaknai vitamin. Dan saya percaya kritik itu vitamin,” kata Kiai Marsudi di Grha Oikoumene, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (5/2/2024).

Menurutnya, kritik itu adalah untuk membangun dan memperkuat. Kritik ini juga tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang merobohkan.

“Dengan demikian, kita kumpul di sini tidak lain adalah agar tetap kukuh. Ada kritik apapun, karena kritik adalah membangun, kita kukuh,” ujarnya.

Tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Peduli Indonesia Damai menyampaikan seruan terkait Pemilu 2024 di Grha Oikoumene, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (5/2/2024). Forum ini menekankan pemilu yang damai, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil dan bermartabat akan melahirkan presiden, wakil presiden dan wakil rakyat yang terbaik dan dapat dipercaya.

Seperti diketahui, beberapa akademisi dari sejumlah universitas, seperti alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, civitas akademika Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya hingga Universitas Jember (Unej) menyampaikan petisi berupa kritik terhadap pemerintahan Jokowi. Mereka menyinggung soal etika hingga kenegarawanan Jokowi saat masa pemilihan umum (pemilu) dalam petisi itu. (Vin / Red).