JAWA TIMURMaduraSumenep

Bantuan Pangan Tiga Bulan Tak Kunjung di Terima, Sahnan Ketua MP3S Sumenep Ancam Laporkan Bulog ke Ombudsman

30
×

Bantuan Pangan Tiga Bulan Tak Kunjung di Terima, Sahnan Ketua MP3S Sumenep Ancam Laporkan Bulog ke Ombudsman

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net — Penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan tajam. Sejumlah warga dilaporkan belum menerima bantuan untuk periode Juli, Agustus, hingga September 2026. Bantuan yang disalurkan melalui Perum Bulog justru belum sampai ke tangan warga yang berhak.

Berdasarkan hasil investigasi Masyarakat Peduli Percepatan Pembangunan Sumenep (MP3S), sejumlah kepala desa di Kecamatan Arjasa membenarkan bahwa warganya belum menerima hak tersebut selama tiga bulan berturut-turut.

Ketua MP3S, Sahnan, mempertanyakan keseriusan Bulog dalam menjalankan tanggung jawab distribusi bantuan pangan.

“Kalau Bulog tidak mampu mengelola program ini dengan baik, sebaiknya mundur saja. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban,” tegas Sahnan.

Ia juga menyoroti pola penyaluran yang dinilai terlalu mendekati batas akhir periode. Menurutnya, penyaluran seharusnya dapat dipersiapkan lebih awal agar warga tidak terus menunggu dalam ketidakpastian.

“Kenapa bantuan harus disalurkan pada akhir bulan ketiga? Bukankah bisa dipersiapkan dan disalurkan lebih awal, sehingga tidak terburu-buru dalam urusan administrasi?” ujarnya.

MP3S mendesak pihak terkait segera mengevaluasi penyebab belum tersalurkannya bantuan. Jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan dan tindak lanjut konkret, MP3S tidak menutup kemungkinan melaporkan persoalan ini ke Ombudsman Republik Indonesia.

Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan apakah terdapat dugaan maladministrasi yang merugikan masyarakat. Namun demikian, penyebab keterlambatan tetap perlu diverifikasi berdasarkan data, dokumen, dan keterangan resmi dari pihak-pihak bertanggung jawab.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari Perum Bulog terkait kendala yang terjadi. Warga berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut, mengingat bantuan pangan bukan sekadar urusan administrasi di balik setiap penyaluran ada kebutuhan pokok warga yang menunggu untuk dipenuhi.”

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan