MANDING, SUMENEP, Globalindo.net — Kecamatan Manding menjadi salah satu pusat peringatan Hari Santri Nasional 2026 sekaligus Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep. Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Manding memprakarsai rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 21–22 Oktober 2026, membawa semangat kebersamaan, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat setempat.
Acara dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Sumenep, K.H. Imam Hasyim, S.H., M.H. Kehadiran beliau disertai Camat Manding Slamet Boediharjo, S.Sos., M.Si., Ketua PC Ansor Sumenep KH. Qomri Rahman, Ketua PAC Ansor Manding Sahabat Sutikno, jajaran OPD, tokoh masyarakat, dan ribuan warga setempat.
Dalam sambutan yang disampaikan Wabup Imam Hasyim atas nama Bupati Sumenep, ditegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga nilai keagamaan, dan menumbuhkan semangat gotong royong.
“Semangat santri harus diwujudkan dalam kontribusi nyata: menjaga kerukunan, melestarikan tradisi, dan mendukung pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Camat Manding, Slamet Boediharjo, menyampaikan apresiasi mendalam kepada GP Ansor Manding dan seluruh pihak yang menyukseskan kegiatan. Menurutnya, perayaan ini bukan sekadar hiburan, tetapi ajang memperkenalkan potensi Manding sekaligus memberdayakan ekonomi warga.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat kebersamaan semakin kuat, budaya lokal tetap terjaga, dan potensi ekonomi masyarakat dapat berkembang. Keberhasilan acara tidak hanya diukur dari kemeriahan, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat, terutama pelaku UMKM dan generasi muda,” tegasnya.
Selama dua hari, warga dapat menikmati beragam agenda menarik di antaranya
Seni & Budaya, Musik Tong-tong khas Madura, penampilan Gambus Al Muhibbin (Ambunten), serta drama kolosal yang melibatkan konten kreator se-Sumenep
Perlombaan Lari 70 meter, peragaan busana muslim, dan lomba lampion hias dengan peserta dari berbagai wilayah Sumenep dan Pusat Ekonomi Kreatif, 20 stan UMKM, 60 stan pedagang kaki lima, serta stan khusus keripik Manding untuk mempromosikan produk lokal.
Rangkaian Spiritual, Apel Hari Santri Nasional 2026 dan pembagian ratusan hadiah door prize bagi pengunjung
Penyelenggaraan kegiatan ini menunjukkan kekuatan kolaborasi antara pemerintah kecamatan, organisasi kepemudaan, tokoh agama, dan pelaku usaha. Dengan menggabungkan nilai keagamaan, kebudayaan, olahraga, dan pemberdayaan ekonomi, Kecamatan Manding semakin menegaskan perannya sebagai wilayah yang dinamis dan berdaya saing.
Semangat kebersamaan inilah yang diharapkan terus tumbuh bahwa kemajuan daerah tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh partisipasi seluruh elemen masyarakat.”
Pewarta: HR












