Sumenep, Globalindo.net – Pernahkah kamu merasa, semakin lembut hatimu, semakin banyak orang yang berani melangkah di atasnya? Semakin sering kamu mengalah, semakin besar keinginan orang lain untuk menang sendiri di hadapanmu?
Ada kebenaran pahit yang sering kita lupakan, jika kamu terlalu baik tanpa batas, orang lain akan menginjakmu. Kebaikan yang tidak berpagar kerap disalah artikan sebagai kelemahan. Kesabaran yang tidak punya batas sering dianggap kepasrahan. Pengertian yang tak pernah menolak, lama-lama dianggap kewajiban yang harus terus dipenuhi.
Bukan berarti kita harus berhenti berbuat baik. Bukan pula berarti kita harus membalas kejahatan dengan kejahatan.
Tetapi, ada hal penting yang perlu kita pahami kebaikanmu perlu dilengkapi dengan ketegasan yang mematikan kesempatan orang untuk meremehkanmu.
Bukan berarti kita harus jahat atau mencari-cari kesalahan orang lain. Bukan pula berarti kita harus menyakiti siapa pun yang menyakiti kita. “Beracun” di sini artinya tetap lembut, tetapi tidak bisa ditindas. tetap menolong, tetapi tidak bisa dimanfaatkan. tetap memberi, tetapi tahu kapan harus berkata “cukup”.
Seperti racun yang melindungi makhluk kecil dari gangguan yang lebih besar, ketegasanmu menjadi perisai yang menjaga kebaikanmu agar tidak dijadikan barang murah. Orang akan tetap melihat kebaikanmu, tetapi mereka juga tahu: jika mencoba menginjak, mereka akan menemukan perlawanan yang tidak bisa dianggap remeh.
Kebaikan tanpa ketegasan adalah kerentanan. Kebaikan yang dibarengi prinsip adalah kekuatan.
Jadi, tetaplah berbuat baik kepada siapa saja. Tetaplah menolong, tetaplah memaafkan. Namun jangan pernah lupa tunjukkan juga bahwa kamu tidak bisa diinjak begitu saja. Jadilah seperti bunga yang harum, tetapi berilah duri kepada siapa pun yang berniat memetiknya dengan kasar.
Dunia ini tidak butuh orang yang terlalu baik sampai lupa menghargai dirinya sendiri. Dunia butuh orang yang baik, sekaligus teguh pada prinsipnya. Orang yang tetap memanusiakan orang lain, sekaligus tidak membiarkan dirinya tidak dimanusiakan.
Jadilah baik. Tetapi jadilah baik yang tidak bisa diinjak.”












