BeritaJAWA TIMURMaduraSumenep

Jaga Bahasa dan Adab, KKN Posko 14 Universitas Annuqayah Gelar Kursus Madura Halus bagi Santri

39
×

Jaga Bahasa dan Adab, KKN Posko 14 Universitas Annuqayah Gelar Kursus Madura Halus bagi Santri

Sebarkan artikel ini

Sumenep, Globalindo Nett // Menjaga penggunaan Bahasa Madura Halus di tengah kebiasaan komunikasi sehari-hari menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 14 Universitas Annuqayah. Melalui program kursus Bahasa Madura Halus, mahasiswa KKN mengajak santri putri PP. Mamba’ul Ulum Ganding untuk kembali mengenal dan membiasakan penggunaan bahasa yang sesuai dengan tata krama masyarakat Madura.

Kursus tersebut dilaksanakan secara rutin pada malam hari, kecuali malam Selasa, Rabu, dan Kamis. Kegiatan ini menjadi salah satu program KKN yang tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa, tetapi juga menghubungkan penggunaan Bahasa Madura Halus dengan nilai kesopanan dan penghormatan dalam kehidupan pesantren.

Dalam proses pembelajaran, santri diperkenalkan dengan kosakata dan ungkapan Bahasa Madura Halus yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik berbicara agar santri tidak hanya memahami arti kata, tetapi juga mengetahui kapan dan kepada siapa bahasa tersebut digunakan.

Koordinator KKN Posko 14, Ririn Fitriyanti, mengatakan bahwa pembiasaan menjadi bagian penting dalam program tersebut.

> “Kami ingin santri tidak hanya tahu kosakata Bahasa Madura Halus, tetapi juga terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena bahasa halus itu berkaitan dengan cara kita menghormati orang lain, terutama ketika berbicara dengan yang lebih tua, guru, dan pengasuh,” ujarnya.

Pembelajaran berlangsung dengan metode yang sederhana dan interaktif. Mahasiswa KKN memberikan contoh percakapan, kemudian santri diminta mempraktikkannya secara berpasangan maupun berkelompok. Kesalahan dalam penggunaan kata maupun pengucapan diperbaiki secara langsung agar santri dapat memahami penggunaannya dengan lebih baik.

Program ini juga berangkat dari kondisi bahwa penggunaan Bahasa Madura Halus dalam percakapan sehari-hari mulai menghadapi tantangan. Kebiasaan menggunakan bahasa yang lebih umum dalam lingkungan pertemanan dapat membuat santri semakin jarang menggunakan ragam bahasa yang lebih halus ketika berkomunikasi.

Karena itu, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pembelajaran di dalam kegiatan kursus, tetapi juga mendorong santri untuk menerapkannya dalam interaksi sehari-hari. Pembiasaan tersebut diharapkan dapat membuat Bahasa Madura Halus tidak sekadar menjadi materi pembelajaran, melainkan bagian dari komunikasi santri di lingkungan pesantren.

Antusiasme santri terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti materi, mencoba menggunakan kosakata baru, serta mempraktikkan percakapan dengan teman. Suasana pembelajaran dibuat santai sehingga santri dapat belajar tanpa merasa bahwa penggunaan Bahasa Madura Halus merupakan sesuatu yang sulit.

Bagi mahasiswa KKN Posko 14, menjaga Bahasa Madura Halus bukan hanya tentang mempertahankan penggunaan bahasa daerah. Lebih dari itu, terdapat nilai adab dan tata krama yang ikut diwariskan melalui cara seseorang berbicara kepada orang lain.

Melalui kursus tersebut, KKN Posko 14 Universitas Annuqayah berharap santri semakin percaya diri menggunakan Bahasa Madura Halus dan mampu membawanya ke dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, bahasa daerah tidak hanya tetap dikenal, tetapi juga terus digunakan dan hidup di lingkungan pesantren.

Pewarta: FAY

Tinggalkan Balasan