SUMENEP, Globalindo.net — Sejumlah petani di wilayah Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kini menjerit kesulitan terkait ketersediaan pupuk bersubsidi yang seharusnya mudah didapat. Masalah ini justru muncul di salah satu kios penyalur resmi, yaitu Kios Sumber Makmur yang menjadi andalan warga setempat.
Keluhan disampaikan langsung oleh seorang petani setempat yang berinisial H. Ia menceritakan kenyataan yang sangat memprihatinkan saat hendak membeli kebutuhan pupuk untuk lahan garapannya.
“Saat saya datang ke Kios Sumber Makmur untuk membeli pupuk subsidi, penjaga di sana langsung bilang stoknya sudah habis dan tidak ada barang sama sekali,” ungkap H dengan nada kecewa.
Namun kenyataan di lapangan ternyata berbicara lain. Berdasarkan pengamatan dan informasi yang diperoleh, di dalam gudang kios tersebut justru terlihat tersedia stok pupuk yang cukup banyak. Artinya, penjelasan pihak penjaga bahwa pupuk kosong dinilai tidak benar dan mengada-ada.
Kondisi ini jelas sangat merugikan para petani. Mereka membutuhkan pupuk tepat waktu agar tanaman tumbuh baik dan hasil panen terjamin, namun justru dipersulit seolah-olah barang langka, padahal tersedia.
Upaya konfirmasi pun dilakukan awak media kepada pengelola Kios Sumber Makmur yang diketahui bernama Bapak Seli.
Namun berkali-kali telepon dilakukan, panggilan justru tidak diangkat sama sekali. Hal ini semakin mempertegas dugaan adanya ketidakberesan pengelolaan penyaluran pupuk bersubsidi di tempat tersebut.
Pertanyaan besar pun muncul di tengah masyarakat, Mengapa stok pupuk ada namun disembunyikan?
Ke mana barang-barang itu sebenarnya dialirkan? Apakah ada permainan harga atau penyelewengan kuota yang merugikan kepentingan petani kecil?
Petani berharap instansi terkait segera menelusuri kasus ini, memastikan penyaluran berjalan jujur, dan menjatuhkan tindakan tegas bila ditemukan pelanggaran. Pupuk subsidi adalah hak petani, bukan barang yang bisa ditahan-tahan sesuka hati pihak pengelola.”
Pewarta: HR












