JAWA TIMURMaduraSumenep

Antisipasi Risiko Cuaca, Bupati Sumenep Imbau Petani Tembakau Tak Menyusul Tanam Bulan Ini

19
×

Antisipasi Risiko Cuaca, Bupati Sumenep Imbau Petani Tembakau Tak Menyusul Tanam Bulan Ini

Sebarkan artikel ini

SUMENEP,Globalindo.net — Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menghimbau kepada para petani tembakau di wilayahnya agar tidak menyusul melakukan penanaman pada masa tanam bulan ini. Pertimbangan ini diambil mengingat kondisi cuaca yang menjadi faktor utama, di mana jadwal tanam saat ini dinilai sudah terlalu mepet dengan datangnya musim hujan.

“Bagi petani tembakau yang ada yang terlambat bercocok tanam, perhatikan kondisi cuaca dan kemungkinan hujan atau tidak. Itu yang paling penting. Karena dari situasi dan kondisi saat ini waktu sudah terasa sangat mepet,” ungkap Bupati Achmad Fauzi saat ditemui awak media pada Jumat (14/08/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan, petani yang baru berencana menanam pada periode ini menghadapi risiko kerugian yang cukup besar.

Pasalnya, beberapa daerah di wilayah bagian barat Pulau Madura dan sekitarnya sudah mulai diguyur hujan, sementara wilayah timur termasuk Sumenep secara karakteristik biasanya mengalami keterlambatan datangnya curah hujan.

“Menurut pertimbangan kami, lebih baik jangan menyusul lagi untuk menanam pada bulan ini karena waktunya sudah mepet, kita khawatir hujan turun lebih cepat dari perkiraan.

Di beberapa daerah sebelah barat sudah turun hujan, sedangkan kita di posisi daerah timur memang agak lambat datangnya hujan, namun tetap harus waspada,” tegasnya.

Bupati menyadari sepenuhnya bahwa masih ada petani yang telah menyiapkan berbagai modal dan kebutuhan untuk bertanam meski terlambat memulai musim tanam.

Namun, ia mengingatkan agar setiap keputusan tanam tetap mempertimbangkan potensi kerugian yang jauh lebih besar apabila hujan turun sebelum masa panen tiba.

“Kalau pun memutuskan tetap bercocok tanam, tentu kita berdoa bersama agar hujan belum turun dulu. Namun perlu disadari, jika hujan turun saat tembakau belum siap panen, maka kerugian besar sudah pasti akan melanda,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan arahan Presiden terkait prioritas program pemerintah pusat saat ditanya wartawan mengenai arah kebijakan yang disampaikan dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, pemerintah pusat saat ini memberikan perhatian sangat besar pada tiga aspek utama, yaitu ketahanan energi, ketahanan pangan, serta penyiapan generasi masa depan Indonesia.

Oleh karena itu, setiap daerah diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan secara nyata dibandingkan capaian pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kita harus selaras dengan apa yang diharapkan pemerintah pusat, agar setiap daerah mampu meningkatkan ketahanan pangannya melebihi capaian tahun-tahun sebelumnya,” pungkas Achmad Fauzi Wongsojudo.

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan