SUMENEP,Globalindo.net – Kasus penangkapan terduga pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah Pulau Giliyang tang disimpan di dalam cumi- cumi kini menjadi perhatian serius oleh
anggota DPRD Sumenep, Haji Masdawi.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Haji Masdawi, Menegaskan bahwa penangkapan ini jangan hanya berhenti pada pelaku tingkat bawah, melainkan dijadikan momentum untuk mengungkap jaringan hingga ke para bandar utamanya.
“Informasi terakhir yang kami terima menyebutkan adanya dugaan keterlibatan penyalahgunaan narkoba, dan kini rencananya akan dilakukan asesmen. Sebagai warga sekaligus tokoh masyarakat, saya menyampaikan aspirasi yang disuarakan oleh warga Pulau Giliang, agar polisi tidak hanya menangkap pengguna,” ujar Haji Masdawi saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2026).
Ia kembali menegaskan, jika pihak kepolisian kini telah bertransformasi menjadi Polresta Sumenep benar-benar ingin mengungkap kasus ini maka harus diusut secara tuntas, agar penangkapan tidak terkesan pencitraan. Kasus ini harus menjadi pintu masuk utama untuk membongkar keberadaan bandar-bandar narkoba yang selama ini merajalela di Giliyang.
” Keberadaan jaringan ini sangat meresahkan karena telah merusak generasi muda, yang seharusnya menjadi harapan masa depan daerah.
Pulau Giliang yang kita kenal sebagai pulau oksigen, pulau yang kita sayangi bersama, jangan sampai berubah menjadi pulau sarang narkob,” Tegasnya.
Menurutnya, Para Tokoh masyarakat Giliyang sudah berbondong-bondong datang ke rumah saya, dan berkumpul menyampaikan kegelisahan ini karena tidak ingin pulaunya hancur karena peredaran barang haram ini.
” Kegelisahan masyarakat ini pun sudah terlihat di ruang publik, termasuk di media sosial TikTok, di mana seorang pengacara juga menyuarakan keresahan yang sama mengenai adanya indikasi pulau tersebut menjadi lokasi beredarnya narkoba.”Jelasnya.
Haji Masdawi menambahkan, masyarakat tidak dapat menerima jika penanganan kasus ini hanya berhenti pada pelaku pengedar atau pengguna, sementara para pemasok dan pengelola jaringan tetap berjalan bebas. Hal ini seperti memotong ranting saja, Padahal batang dan akarnya masih berdiri tegak rantingnya saja dibersihkan.
Kini, Masyarakat bertanya tanya kapan narkoba ini benar-benar tuntas diberantas? Untuk itu, Kami meminta kepada seluruh aparat penegak hukum, jangan sampai hanya melakukan penangkapan sebagai simbolis saja, akan tetapi para bandarnya harus disapu bersih.
Lebih lanjut kata Haji Masdawi, Kondisi ini tentunya sangat mengkhawatirkan karena bukan sekadar ada peredaran, Tapi sudah terbentuk jaringan yang kuat dan beroperasi selama bertahun-tahun tanpa ada pembersihan yang menyeluruh.
“Bisa dikatakan sudah menjadi sarang. Sudah lama hal ini menjadi keluhan warga, namun belum ada langkah tegas yang menyentuh pelaku utamanya. Oleh karena itu, saya sangat berharap penegakan hukum dilakukan secara maksimal, tuntas, dan berani menyisir hingga ke akar-akarnya.Jadi, Jika itu sudah dilakukan maka kita baru bisa melihat kinerja kepolisian yang sungguh-sungguh melakukan pemberantasan narkoba,”Ungkapnya.
Menyusul peningkatan status Polres Sumenep menjadi Polresta Sumenep, Haji Masdawi menaruh harapan besar adanya penambahan kemampuan, sumber daya, serta personel yang lebih memadai.
“Dengan naiknya status menjadi Polresta, tentu ada tambahan kekuatan dan kewenangan. Ini momen yang tepat untuk menunjukkan bahwa perubahan status diikuti dengan perubahan kinerja. Harapan kami sederhana: Kabupaten Sumenep secara keseluruhan, khususnya Pulau Giliang, segera bersih sepenuhnya dari narkoba demi menyelamatkan generasi penerus kita,” pungkas Haji Masdawi.”
Pewarta: HR












