BekasiBerita

Demokrasi Palsu..! Calon Dan Masyarakat Dibodohi Di Pemilihan BPD Desa Labansari

25
×

Demokrasi Palsu..! Calon Dan Masyarakat Dibodohi Di Pemilihan BPD Desa Labansari

Sebarkan artikel ini

KAB.BEKASI Globalindo.net – Proses pengisian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, dinilai sebagai sebuah sandiwara demokrasi yang sangat memilukan. Banyak pihak menilai bahwa calon-calon yang maju atas dasar kemauan sendiri atau aspirasi masyarakat justru hanya dijadikan “pelengkap” dan dibodohi karena sejak awal mereka tidak punya peluang untuk menang. Kamis 07/05/2026.

Fakta dilapangan menunjukkan bahwa kuota sudah diatur sedemikian rupa untuk mengamankan kandidat “titipan”. Sementara calon-calon murni dari masyarakat yang berniat tulus ingin mengabdi, seolah dipersilakan mendaftar hanya untuk memberi kesan bahwa proses ini berjalan kompetitif dan demokratis.

“Jujur saja, ini sangat tidak adil. Para calon masyarakat itu dibodohi. Mereka disuruh daftar, disuruh mengurus administrasi, bahkan sampai mengeluarkan biaya, padahal sebenarnya dari awal sudah tahu siapa yang akan lolos,” ungkap salah satu tokoh masyarakat yang prihatin melihat kondisi tersebut.

Calon-calon independen atau yang tidak memiliki “bos” atau pelindung dibalik layar dinilai hanya berfungsi sebagai pemanis. Kehadiran mereka diperlukan agar proses tidak terlihat kosong dan tetap terlihat sah secara hukum, meskipun pada dasarnya hasilnya sudah ditentukan jauh hari melalui rekayasa kuota dan intervensi panitia.

“Mereka (calon masyarakat) diperlakukan seperti penonton di pertandingan yang wasitnya sudah dibeli. Mau sekuat apa pun mereka berjuang, mau sebaik apa pun track record-nya, tetap akan kalah karena aturan mainnya memang dibuat untuk menjegal,” tambah sumber

Kondisi ini membuat citra demokrasi di Desa tersebut hancur lebur. Yang seharusnya menjadi ajang perguliran gagasan dan pemilihan wakil rakyat terbaik, justru berubah menjadi ajang penipuan yang mempermainkan perasaan dan waktu orang-orang yang ingin berbakti.

Masyarakat menilai sangat ironis, dimana Negara mengatur agar BPD bisa diisi oleh orang-orang pilihan rakyat, namun diimplementasikan dengan cara menipu dan memarginalkan calon-calon yang tidak sejalan dengan penguasa.

Hingga berita ini dirilis, banyak calon yang mulai sadar bahwa mereka telah terjebak dalam permainan politik yang tidak sehat dan merasa sangat dirugikan karena keseriusan mereka justru dibalas dengan kepalsuan.

( Os )

Tinggalkan Balasan