JAWA TIMURSumenep

Ketua KWK Kecam Forkopimka dan PLN Kangean: Pelayanan Listrik Dinilai Buruk

181
×

Ketua KWK Kecam Forkopimka dan PLN Kangean: Pelayanan Listrik Dinilai Buruk

Sebarkan artikel ini

SUMENEP — GLOBAL.INDO Ketua Komunitas Warga Kepulauan (KWK), H. Safiudin, mengecam kinerja Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Arjasa dan pihak PLN ULP Kangean yang dinilai tidak menunjukkan koordinasi dalam menangani persoalan listrik di wilayah kepulauan.
“Tidak ada koordinasi yang jelas dalam pelayanan. Kepala PLN ULP Kangean tidak becus, sebaiknya segera diganti,” kata Safiudin, Rabu.
Keluhan masyarakat terhadap layanan listrik di wilayah Kangean, khususnya Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, kembali mencuat. Pemadaman listrik disebut terjadi berulang kali tanpa pemberitahuan resmi, bahkan pada waktu-waktu krusial seperti menjelang sahur dan berbuka puasa selama Ramadan.
Menurut Safiudin, kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan warga dalam beribadah, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku usaha kecil, warung makan, hingga pedagang yang bergantung pada listrik disebut mengalami kerugian akibat pasokan listrik yang tidak stabil.
“Ini bukan kejadian sekali dua kali. Sudah berulang dan tanpa penjelasan. Masyarakat seperti dibiarkan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran Forkopimka Arjasa yang dinilai belum mengambil langkah tegas untuk menekan pihak PLN agar memperbaiki layanan. Padahal, menurut dia, Forkopimka memiliki tanggung jawab sebagai representasi pemerintah di tingkat kecamatan untuk merespons keluhan warga.
“Seharusnya Forkopimka memanggil PLN dan meminta penjelasan resmi. Jangan diam saja,” kata Safiudin.
Safiudin mendesak PLN segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan di wilayah Kangean serta memberikan transparansi kepada masyarakat terkait penyebab pemadaman yang kerap terjadi.
Ia mengingatkan, jika persoalan ini tidak segera ditangani, potensi kekecewaan masyarakat akan terus meningkat, terlebih di tengah kebutuhan listrik yang tinggi selama Ramadan.
“Masyarakat butuh kepastian dan pelayanan yang layak. Jangan sampai kepercayaan publik hilang,” ujarnya.
pewarta.sigit

Tinggalkan Balasan