Trenggalek – Kadang DEKAT (Dewan Kebudayaan dan Adat Trenggalek) menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa dengan turut hadir dan memberikan dukungan penuh pada kegiatan PLATDAJAYA ANOM (Pelatihan Dasar Jala Yuda Anom) yang diselenggarakan oleh PWI LS (Perjuangan Wali Songo Indonesia – Laskar Sabilillah) Kabupaten Trenggalek.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Bait At Taqwa, Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, pada Jumat, 23 Januari 2026, dan diikuti oleh para pengurus, pelatih, serta peserta PWI LS dari berbagai wilayah.
Ketua Kadang DEKAT dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran DEKAT dalam kegiatan ini didasari oleh kesamaan visi dan semangat perjuangan, yakni mengembalikan kesadaran bangsa pada sejarah, adat, dan nilai luhur Nusantara. Ia menegaskan bahwa PWI LS lahir dari kepedulian para sesepuh untuk meluruskan sejarah dan nasab yang berpotensi disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu, agar tidak menyesatkan umat dan bangsa.
“Sejarah bukan untuk diperdebatkan apalagi dipertentangkan, tetapi dijadikan fondasi persatuan, kebijaksanaan, dan penguatan karakter bangsa,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kadang DEKAT juga menegaskan peran strategis adat dan budaya sebagai penopang karakter bangsa Indonesia yang ramah, santun, berakhlak, dan beradab. Nilai-nilai ini dinilai perlu terus dirawat agar tidak tergerus oleh paham-paham yang bertentangan dengan kepribadian bangsa.

Kegiatan ini turut dihadiri para sesepuh budaya, termasuk sesepuh Banteng Wareng Trenggalek, yang selama bertahun-tahun konsisten melakukan ziarah dan penelusuran petilasan sejarah di wilayah Trenggalek, bahkan jauh sebelum isu sejarah menjadi polemik di ruang publik.
Teladan Wali Songo disebut sebagai rujukan utama dalam perjuangan DEKAT dan PWI LS, di mana dakwah dan perjuangan dilakukan melalui kearifan lokal, budaya, dan keteladanan, bukan dengan pemaksaan.
Pelatihan PLATDAJAYA ANOM juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dan sesepuh bangsa, di antaranya Kyai Chalifah Soleh, serta Gus Badar, Panglima Laskar Sabilillah Kabupaten Trenggalek, bersama jajaran pengurus PWI LS.
Kadang DEKAT menegaskan bahwa seluruh gerak perjuangannya berpijak pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dengan keyakinan bahwa agama, adat, budaya, dan negara adalah satu kesatuan yang saling menguatkan. Perawatan adat dan budaya dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkokoh persatuan nasional serta mencegah tumbuhnya paham radikal yang merusak tatanan bangsa.
Melalui pelatihan ini, Kadang DEKAT berharap dapat melahirkan generasi pejuang yang tangguh, tidak hanya secara fisik, tetapi juga kuat dalam nilai, pemahaman sejarah, akhlak, serta setia kepada NKRI dan Pancasila.
Di akhir kegiatan, Kadang DEKAT menyampaikan apresiasi dan doa agar pelatihan PWI LS berjalan lancar serta membawa manfaat besar bagi umat, bangsa, dan negara.
Pewarta: Sugeng












