Sumenep, Globalindo.net – Kesederhanaan sosok H. Her, yang oleh sebagian masyarakat Madura dijuluki sebagai “Sultan Madura”, kembali menjadi perhatian publik. Hal tersebut terlihat dari sebuah video yang beredar di media sosial TikTok, di mana H. Her tampak menikmati hidangan kolek di pinggir jalan tanpa pengawalan khusus dan tanpa sekat dengan masyarakat sekitar.
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @K_KACONK_BM, yang kemudian memantik respons positif dari warganet. Dalam tayangan singkat itu, H. Her terlihat duduk santai layaknya warga biasa, mencerminkan sikap rendah hati dan kedekatan sosial yang kuat dengan masyarakat akar rumput.
Fenomena ini tidak sekadar menggambarkan aktivitas kuliner, tetapi merepresentasikan nilai-nilai kultural Madura yang menjunjung kesederhanaan, keterbukaan, dan relasi sosial yang egaliter. Dalam perspektif sosiologi kepemimpinan, gestur tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk komunikasi simbolik yang efektif—sebuah pesan nonverbal tentang kepemimpinan yang membumi dan partisipatif.

Kehadiran figur publik di ruang-ruang informal, seperti warung kaki lima, juga berfungsi memperkecil jarak sosial antara elite dan masyarakat. Tanpa retorika politik atau seremoni resmi, pesan moral tentang keteladanan justru tersampaikan secara alami dan mudah diterima.
Bagi masyarakat Sumenep, momen ini memperkuat memori kolektif bahwa kepemimpinan sejati tidak selalu diukur dari kemewahan dan protokoler, melainkan dari kesanggupan untuk hadir, menyatu, dan merasakan denyut kehidupan rakyat. Di pinggir jalan, melalui semangkuk kolek, nilai kepemimpinan itu berbicara dengan jujur dan sederhana—seperti Madura itu sendiri.”
Pewarta: HR












