Beranda

Peserta Mengeluh Mengenai Gangguan Kabel Yang Semrawut Di Ajang Festival Tong-Tong Kabupaten Sumenep

158
×

Peserta Mengeluh Mengenai Gangguan Kabel Yang Semrawut Di Ajang Festival Tong-Tong Kabupaten Sumenep

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net –kalender event Festival musik Tong-Tong se-Madura yang digelar di Kabupaten Sumenep semestinya menjadi ajang kebanggaan dan pesta budaya rakyat. Namun, kemeriahan acara tahunan ini kembali tercoreng akibat persoalan klasik: kabel semrawut yang melintang di sepanjang rute pertunjukan.sabtu malam.18/10/2025

Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah peserta mengalami kesulitan saat memainkan alat musik maupun mengarak properti pentas karena harus berhati-hati melewati jaringan kabel listrik dan telekomunikasi yang menjuntai rendah di jalan.

Fenomena kabel rendah ini bukan kali pertama terjadi dalam kegiatan besar di Sumenep. Hampir setiap ada karnaval, festival budaya, atau kegiatan jalan raya lainnya, persoalan serupa terus berulang tanpa ada solusi nyata. Kondisi tersebut tak hanya mengurangi kenyamanan peserta dan penonton, tetapi juga mencoreng citra Sumenep sebagai tuan rumah berbagai kegiatan budaya Madura.

Sejumlah warga pun mempertanyakan peran pemerintah daerah dan pihak terkait seperti PLN serta provider jaringan internet yang dinilai kurang tanggap terhadap kondisi infrastruktur jalan yang kerap digunakan untuk kegiatan publik.

“Kalau tahu Sumenep sering jadi tuan rumah acara besar, seharusnya kabel-kabel itu dirapikan. Jangan tunggu ada korban atau insiden baru bertindak,” kritik Sutrisno, salah seorang penonton di lokasi acara.

Ia menilai, ketidakseriusan dalam menata kabel mencerminkan kurangnya kepedulian terhadap nilai budaya yang sedang diangkat.

“Festival Tong-Tong ini simbol kebanggaan masyarakat Madura. Tapi kalau masih terganggu hal teknis seperti kabel, itu artinya pemerintah belum sepenuhnya menghormati ruang budaya rakyat,” tegasnya.

Sutrisno juga berharap kejadian ini menjadi catatan penting bagi Pemkab Sumenep dan pihak teknis agar melakukan penataan infrastruktur jalan sebelum menggelar event besar berikutnya.

Menurutnya, budaya Madura layak dipentaskan tanpa harus terganjal oleh kabel kusut yang seharusnya bisa diatasi sejak jauh hari.

“Tiap tahun para peserta memperbarui alat musik dan dekorasinya. Antusiasme mereka luar biasa, begitu juga para penonton yang rela menunggu sejak sore hingga dini hari. Tapi panitia seolah tidak mau berbenah. Tiap tahun, problem klasik seperti kabel yang mengganggu tetap saja terjadi.

Bahkan mengenai transportnya juga jadi keluhan dari beberapa peserta salah satunya peserta yang dari Pasongsongan mengeluh uang transpot hanya 1jt dari anggaran sekian juta,” ucapnya

Pewarta: HR