CILEUNYI, Globalindo.Net – Gagasan Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Jawa Barat (Jabar), Deden Saepul Hidayat untuk membuat buku, membangun model pendidikan vokasional di SLB patut diacungi jempol.
Hal tersebut berangkat dari pengalaman Deden selama menjadi guru di sekolah luar biasa (SLB) serta hasil diskusi dengan rekan guru dan dosen, muncul.
Menurut Deden, guru SLB litu uar biasa karena mampu mendidik anak yang (misal) awalnya tidak bisa berjalan menjadi bisa berjalan atau yang tidak bisa berbicara menjadi mampu berbicara. Namun, Sekdisdik menekankan pentingnya melanjutkan keberhasilan tersebut ke tahap berikutnya, yakni memastikan anak memiliki masa depan setelah lulus.

“Keberhasilan pendidikan bukan hanya pada capaian akademik, melainkan pada kemandirian anak, memastikan mereka memiliki masa depan cerah setelah lulus sekolah,” ungkapnya di SLBN Cileunyi, Kab. Bandung, pada Selasa (16/9/2025) dalam Peluncuran buku Penguatan Model Program Vokasional Berbasis Lingkungan pada Siswa SLB dan Pedoman Model Program Vokasional Berbasis Lingkungan untuk Siswa SLB.
Hal itu didasari kenyataan tambahnya, bahwa kesempatan kerja bagi lulusan dari SLB masih sangat terbatas sehingga harus disiapkan kemandirian sejak dini.
Sekdisdik melihat bahwa setiap anak memiliki potensi yang bisa dikembangkan sesuai minat dan bakatnya. Anak-anak diarahkan belajar keterampilan sesuai bidangnya, seperti musik dan lainnya agar mereka tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang menjamin kemandirian dan siap menghadapi kehidupan setelah lulus sekolah.
“Kita semua sepakat agar anak-anak kita sejahtera dan mandiri itu hanya satu, pendidikan vokasional yang sesuai bagi mereka,” tegasnya.
Sekdisdik pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terbitnya buku tersebut. “Alhamdulillah buku ini bisa di-review dan mendapat banyak masukan dari para profesor dan nanti saya akan coba membuat (buku) lagi yang lebih bagus,” ucapnya.
Sum: Humas Disdik Jabar
Red












