BeritaBekasiJawa Barat

Hajat Bumi Dan Arak-Arakan Masyarakat Desa Kedung Waringin Wujud Syukur Dan Kebersamaan

200
×

Hajat Bumi Dan Arak-Arakan Masyarakat Desa Kedung Waringin Wujud Syukur Dan Kebersamaan

Sebarkan artikel ini

KAB BEKASI, Globalindo.Net – Masyarakat desa Kedungwaringin mengadakan acara adat Hajat Bumi yang diiringi dengan arak-arakan masyarakat. Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang di gelar masyarakat desa Kaedungwaringin bersama Pemerintah desa Kedungwaringin dengan tujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah dan memohon perlindungan dari bencana.

Prosesi Hajat Bumi dimulai dengan arak-arakan masyarakat desa Kedungwaringin yang membawa hasil bumi, seperti hasil pertanian dan kerajinan tangan. Arak-arakan ini diiringi dengan musik tradisional dan tarian adat yang menggambarkan kebersamaan dan kegembiraan masyarakat Kedungwaringin, yang di mulai dari makam atau petilasan kramat Mbah Uyut Kembang yang dipercaya oleh masyarakat setempat di Kp.Kramat RT.018 menuju Kantor Kepala Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.Kamis.28/08/2025.

Kepala Desa Kedungwaringin Hj.Tita.Komala S,pd, dalam keterangannya menyebutkan.
“Hajat Bumi dan arak-arakan masyarakat merupakan kegiatan yang sangat penting bagi masyarakat desa Kedungwaringin khususnya, “Kegiatan ini juga tidak hanya sebagai wujud syukur dan kebersamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan sosial dan memohon perlindungan dari bencana. Dengan kegiatan ini, masyarakat desa dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga tradisi dan budaya
“Ucap.Kades Kedungwaringin.

Untuk memeriahkan kegiatan Selain arak-arakan, kegiatan Hajat Bumi juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung, Seperti Masyarakat desa Kedungwaringin menampilkan pertunjukan seni tradisional, seperti tarian dan musik, yang menggambarkan kekayaan budaya desa Kedungwaringin, Masyarakat memamerkan hasil bumi yang mereka tanam dan hasil kerajinan tangan yang mereka buat,Serta pambagian Dorprize secara cuma -cuma oleh pemdes Kedungwaringin,Kemudian di lanjutkan dengan gelaran seni Wayang Golek di makam Uyut Kembang.

(JM)