JAWA TIMURSumenep

Malam Tasyakuran di Sapeken: Kehangatan Kebersamaan di Balai Desa Sapeken

231
×

Malam Tasyakuran di Sapeken: Kehangatan Kebersamaan di Balai Desa Sapeken

Sebarkan artikel ini

Sapeken, Sumenep – Sabtu malam, 16 Agustus 2025, balai desa Sapeken menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Desa Sapeken dalam sebuah malam tasyakuran yang sarat makna. Kehangatan yang tercipta malam itu bukan sekadar kebersamaan, melainkan getaran hati yang menyatu dalam rasa syukur atas 80 tahun Indonesia merdeka.

Dalam suasana sederhana namun penuh kekhidmatan, masyarakat duduk bersisian tanpa sekat, menandakan bahwa persatuan bukanlah kata kosong, melainkan kenyataan yang bisa dirasakan. Malam itu, keakraban begitu terasa—dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, insan media, hingga LSM—semua hadir, saling menyapa, saling mendoakan, dan saling menguatkan.

Kepala Desa Sapeken, yang akrab disapa Joni, dalam kesempatan itu menyampaikan pesan mendalam. “Dalam momen hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-80 ini, tugas kita bukan hanya merayakan, tapi mengisi kemerdekaan dengan menjaga stabilitas dan menjauhi segala hal yang bisa merusak diri sendiri,” ujarnya dengan nada penuh ketegasan sekaligus kelembutan.

masyarakat duduk bersisian tanpa sekat,

Pesan itu terasa menggetarkan, seakan menjadi cermin bagi setiap orang yang hadir untuk merenung. Bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan simbolik dengan bendera dan pesta, melainkan tanggung jawab bersama untuk menjaga persaudaraan, menguatkan persatuan, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang bisa melemahkan bangsa.

Malam tasyakuran itu menjadi bukti bahwa di ujung timur Sumenep, di pulau kecil yang dikelilingi samudera luas, semangat nasionalisme tidak pernah padam. Justru dari keterpencilan, lahir kebersamaan yang murni, doa yang tulus, dan tekad yang kuat untuk terus menjaga Indonesia.

Cahaya lampu balai desa yang sederhana malam itu seakan menjadi lentera bagi seluruh warga Sapeken. Lentera yang mengingatkan bahwa dalam syukur dan doa, dalam kebersamaan yang tulus, terdapat kekuatan besar untuk menjaga dan merawat kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan.

Jurnalis : Hariyanto/HR