ARTIKEL, JABAR
Globalindo.Net // Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki kebudayaan tinggi, dengan keaneka ragaman adat dan bahasa yang dimilki ditiap daerah adalah kekayaan yang tidak tergantikan.
Begitupun dengan Jawa Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya yang luar biasa.
Dari bahasa, adat istiadat, kesenian, hingga kuliner, Jawa Barat memiliki banyak warisan budaya yang patut dilestarikan. Namun, dalam era modernisasi ini, banyak aspek budaya Jawa Barat yang mulai terlupakan.
Masing-masing provinsi memiliki adat dan budayanya sendiri seperti halnya Jogjakarta, Bali, Sumatera Barat dan provinsi lainnya merupakan suatu kebanggaan bagi rakyatnya yang harus di rawat oleh pemerintah setempat.
Itulah awal obrolan dengan Ketua Presidium Corong Jabar perhimpunan para politisi, akademisi, profesi dan budayawan, Yusuf Sumpena.SH.Spm, Minggu (22/06/25) di Bandung.
Akrab di panggil Kang Iyus, Ia menyampaikan point-point identitas kesundaan yang terasa seperti kritik kepada para pemangku pemerintahan daerah terkait budaya dan ciri khas kesundaan yang selama ini di banggakan, tapi nyaris tidak nampak dalam kehidupan sehari-hari baik diperkantoran maupun dalam dunia pariwisata; salah satu etalase ekonomi budaya Jawa Barat.
Saat ini Jawa Barat ujarnya, hampir kehilangan ciri khas kesundaanya, bisa kita lihat jika masuk ke Instansi pemerintah atau swasta, perhotelan, wisata, rumah makan dan tempat lain yang ada di Jawa Barat tidak menampakan nuansa sundanya baik gapura, asesoris, musik atau tampakan kesundaan lainnya ditempat tersebut.
Berbeda halnya jika kita ke Bali baru sampai Gilimanuk suasana adat kebudayaan balinya sudah nampak dan terasa demikian juga di jogjakarta suasana menampakan ciri khas keratonnya, di Sumatra Barat pun suasana minangkabaunya terasa demikian juga di provinsi lainnya.
Di Jawa Barat saat kita masuk perbatasan saja baik dengan DKI atau Jawa Tengah sudah tidak nampak suasana kesundaanya apalagi di fasilitas2 instansi pemerintah/swasta, BUMN, BUMD perhotelan, resto dan lainnya yang berada diwilayah Jawa Barat.
“Ini sebuah kemunduran yang harus diperbaiki,” ujarnya.
Kang Iyus menyarankan kepada Kepala daerah Gubernur Jabar, Walikota dan Bupati di Jawa Barat agar memperhatikan dan membudayakan kesundaan di seluruh fasilitas yang ada di jawa barat bila perlu jangan anjuran tetapi melalui regulasi pergub dan perda/perwal/perbup untuk para walikota dan bupati.
Minimal 10- 20% dari luas area tempat fasilitas diwajibkan menampilkan asesoris atau tampilan kesundaannya inilah sebuah kewajiban kita ngamumule (memelihara) budaya sunda warisan leluhur kita. Jangan sampai kita mengaku asal jawa barat selalu bicara pajajaran dan bicara kesundaan tapi ‘poho’ warisan budaya leluhur kita.” Pungkasnya.
Elyas












