Jawa Timur,Globalindo.net// – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menuai gelombang kritik tajam dari warganet usai membagikan pengalamannya bermalam (mabit) di Muzdalifah, Arab Saudi, dalam rangkaian ibadah haji. Unggahan yang dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, @khofifah.ip, justru menjadi pemantik kekecewaan publik yang mempertanyakan keberadaan dan kinerjanya sebagai kepala daerah.
Dalam unggahan tersebut, Khofifah menuturkan rasa syukurnya atas kemudahan yang diberikan Allah SWT untuk menunaikan rangkaian ibadah haji. Ia menceritakan pengalamannya bermalam di Muzdalifah hingga tengah malam dan mengumpulkan 49 batu kerikil untuk keperluan ritual lempar jumrah. Ia juga menyelipkan informasi sejarah tentang lokasi tersebut, termasuk Wadi Muhassir yang diyakini sebagai tempat Allah menghancurkan pasukan bergajah Raja Abrahah.
“Alhamdulillah kami diberi kemudahan Allah SWT untuk mabit di Muzdalifah sampai melewati tengah malam,” tulis Khofifah dalam keterangan unggahan yang disertai foto dirinya mengenakan pakaian ihram.
Namun, unggahan tersebut tak hanya mengundang pujian dan doa, tetapi juga banjir komentar miring dari warganet yang menyoroti ketidakhadiran dan kinerja Khofifah di tengah berbagai persoalan di Jawa Timur.
Salah satu komentar paling disorot datang dari akun @yusgitacatering yang menulis, “Ibu tolonglah, mengundurkan diri saja jadi gubernur.” Komentar ini mendapat lebih dari 140 likes dan memicu diskusi panas di kolom komentar.
Tak sedikit yang menyuarakan kekecewaan atas apa yang mereka anggap sebagai absennya pemimpin di tengah persoalan daerah. Akun @__purnama19 menuliskan, “Jatim sopo seng ngehandel rek,” menandakan keresahan atas kepemimpinan yang dirasa tak hadir.
Lainnya bahkan menyarankan Khofifah untuk beralih profesi. “Mending ibu jadi konten kreator saja,” tulis akun @32nk_taz77 yang mengaku sebagai warga Jawa Timur dan merasa “dirugikan” oleh kepemimpinan Khofifah.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah mengumpulkan lebih dari 11.000 likes dan ratusan komentar, sebagian besar bernada negatif. Meski masih ada sejumlah netizen yang memberikan doa dan dukungan atas ibadah hajinya, kritik tajam terhadap performa dan prioritas Khofifah dalam menjalankan tugas sebagai gubernur tetap mendominasi.
Pihak Khofifah sendiri belum memberikan respons resmi terkait gelombang kritik tersebut. Akun Instagramnya tampak belum memberikan klarifikasi atau tanggapan, menimbulkan kesan bahwa kritik tersebut belum mendapat perhatian serius dari yang bersangkutan.
Kondisi ini semakin memperkuat narasi ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap gaya kepemimpinan Khofifah, terutama menjelang tahun politik yang makin menghangat. Apakah ini sinyal bahwa kepercayaan publik terhadapnya mulai goyah? Waktu yang akan menjawab.”
Pewarta : HR












