BerandaBeritaBerita utamaKesehatanNasionalSumenepTerbaru

Wujudkan Program Kemenkes RI, Puskesmas Lenteng 100% lakukan SHK, Begini Jelasnya

515
×

Wujudkan Program Kemenkes RI, Puskesmas Lenteng 100% lakukan SHK, Begini Jelasnya

Sebarkan artikel ini

Globalindo.net II Sumenep – Puskesmas Lenteng terus berbenah sebagai bentuk pelayanan demi memanjakan dan membantu masyarakat dalam hal kesehatan, salah satunya dalam program Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).

Menurut penjelasan kepala Upt Puskesmas Lenteng Drg. Dela Maulana Ansyari (sabtu 2 desember 2023).Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) merupakan program wajib dari Kementerian Kesehatan Indonesia, tuturnya.

 

” Skrining yang dilakukan pada bayi baru lahir usia 48-72 jam dengan tujuan untuk mendeteksi apakah bayi menderita kelainan hipotiroid kongenital atau tidak melalui tes darah yang sampelnya diambil dari tumit bayi.”, imbuhnya. 

 

Selanjutnya, Sampel darah dikirim ke Dinas Kesehatan Kab. Sumenep, dari Dinas Kesehatan Kab. Sumenep sampel dikirim ke RSUD. Dr. Soetomo Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Apabila hasilnya positif, bayi harus segera diobati agar terhindar dari kecacatan, gangguan tumbuh kembang, keterbelakangan mental dan kognitif. Katanya.

 

Puskesmas Lenteng sudah melalukan SHK sejak 12 September 2023. Sampai akhir November 2023, ada 33 bayi baru lahir di Puskesmas Lenteng. Melalui KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) yang baik oleh Dokter dan Bidan terhadap pasien dan keluarganya, maka seluruh bayi baru lahir di Puskesmas Lenteng bersedia untuk dilakukan SHK. jelasannya.

Bidang koordinator, Siti Rusdiyah, A.Md.Keb mengatakan,

 

“Kami akan mengupayakan pelayanan terbaik di UPT Puskesmas Lenteng, serta melaksanakan program pemerintah yang tujuannya untuk peningkatan Kesehatan, salah satunya dengan melaksanakan screaning Hypothiroid congenital (SHK) pada bayi baru lahir.”

 

“SHK ini banyak manfaatnya untuk tumbuh kembang bayi, serta mencegah terjadinya kecacatan dan keterbelakangan mental, maupun kogenitive sehingga sangat perlu untuk dilakukan.” tutupnya.

 

Pewarta : Jarwo

Editor.     : Herman/Muz