BeritaJawa BaratKabupaten Garut

Cegah Radikalisme, Komponen LSM Garut Gelar Diskusi Kebangsaan

701
×

Cegah Radikalisme, Komponen LSM Garut Gelar Diskusi Kebangsaan

Sebarkan artikel ini

GARUT, JABAR

Globalindo.Net//Gabungan lembaga kabupaten Garut yang menamakan diri Komponen LSM Garut,Selasa 17 Desember 2024 menggelar kegiatan Diskusi Kebangsaan dengan mengangkat Tema ” Menangkal Radikalisme dengan Pemberantasan Korupsi”.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Bidang Kewaspadaan Dini mewakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Garut Febi Pebrianto,sementara dari Komponen LSM

Garut Dudi Laskar Indonesia Kabupaten Garut,Ketua DPP GNID Rudi Supriadi,Edi Affif SPEKTRUM,Budi Juanda WGAB,Ade Sudrajat,Ade Abdullah ,Iwa Kartiwa dan Ketua GM FKPPI GARUT Budi Sujartika.

Acara yang berlangsung di RM Mulia 45 Pananjung Garut sejak pukul 13.00 dan Selesai Pada pukul 17.30 ini diisi dengan pemaparan dari para Narasumber, seperti yang disampaikan oleh kabid wasdin tentang seputar pemahaman radikalisme, akar masalah dan dampaknya.

Definisi radikalisme secara sederhana adalah sebagai keinginan untuk mengubah bentuk dan dasar negara, dari negara republik berdasarkan Pancasila menjadi negara dalam bentuk lain. Keinginan atas sebuah negara dalam bentuk lain selain Republik Indonesia ini sudah ada sejak dulu, dan terus terpelihara.

Meski akhirnya format yang disepakati adalah negara dalam format seperti sekarang ini.

Dudi Ketua Laskar Indonesia dalam pemaparannya bahwa radikalisme dilihat dari perspektif cause effek, paham radikalisme bisa muncul dalam diri seseorang yang timbul dari berbagai permasalahan diantaranya rasa ketidak adilan, ketidak puasan ketidak percayaan  terhadap hukum yang dianggap tumpul keatas tajam kebawah, sehingga menimbulkan kebencian, serta dendam terhadap pengelolaan negara. Semua hal tersebut akan berpotensi mengarah kepada tindakan radikalisme.

Menambahkan yang disampaikan ketua laskar indonesia,Rudi Supriadi Ketua Galudra Nusantara Intan Dewata menyampaikan bahwa Salah satu faktor yang berpengaruh adalah tingkat kepuasan setiap orang terhadap keadaan negara sekarang, terhadap kinerja pemerintah. Kalau pemerintah sekarang memuaskan dan dianggap baik, keinginan untuk mengubah negara dalam format lain itu akan berkurang.

Sebaliknya, kalau orang menganggap kinerja pemerintah ini buruk, keinginan untuk mengubah negara akan menguat.salah satu parameternya adalah masalah korupsi. Korupsi dan Radikalisme merupakan permasalahan terkini yang dihadapi bangsa. Perlu dipahami bahwa korupsi merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok dalam upaya menguntungkan diri sendiri.

Sedangkan radikalisme merupakan paham yang menginginkan terjadinya perubahan, khususnya dalam bidang sosial politik dengan cara kekerasan. Kedua permasalahan ini tentu akan sangat menganggu jalannya pemerintahan.

Sikap korup dapat ditimbulkan oleh beberapa faktor seperti: proses penyusunan kebijakan yang tidak transparan, kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat, longgarnya peraturan perundang-undangan, sikap dan mental yang ingin serba instan, minimnya pengawasan aparat terhadap penegakan hukum, vested interest dan sikap apatis rakyat. Korupsi dalam bidang politik dapat mepersulit demokrasi dan tata pemerintahan.

Diakhir acara Komponen LSM Garut akan menyampaikan hasil diskusi ini sebagai saran dan masukan kepada pemerintah daerah kabupaten garut melalui Kabid Wasdin Kesbangpol Garut, supaya menjadi prioritas perhatian dalam rangka pencegahan dini timbulnya radikalisme dikabupaten garut.dan pihak Komponen LSM Garut akan menggelar lagi acara dengan skala yang lebih besar “pungkasnya.

 

 

Rif