KesehatanArtikelBandungJawa Barat

Ketua Tim Dokter PPIMK RSHS Bandung Jelaskan Penyebaran Penyakit Mpox, Warga Harap Waspadalah!

484
×

Ketua Tim Dokter PPIMK RSHS Bandung Jelaskan Penyebaran Penyakit Mpox, Warga Harap Waspadalah!

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, JABAR

Globalindo.Net//Terkait penyebaran wabah cacar monyet atau mpox yang akhir-akhir ini menjadi salah satu topik perbincangan maupun pemberitaan, Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting. Terutama di pusat-pusat keramaian, hal itu guna mencegah terhadap kemungkinan paparan penyakit mpox tersebut.

“Kita sedapat mungkin, harus lebih berhati-hati kalau memang kegiatannya tidak esensial, urgent, primer sekali lagi untuk menghindari kerumunan-kerumunan”.

Hal itu dikatakan Hendra Gunawan, Ketua Tim Dokter Penanggulangan Penyakit Infeksi Menular Khusus Rumah Sakit Umum Pemerintah

(RSUP) Hasan Sadikin Bandung, Himbauan tersebut terkait kasus mpox. Karena ada satu kasus yang ditemukan varian Ib di Thailand, yang dikatakan lebih virulen (mematikan) dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya, ujarnya.

Hendra mengatakan, Dalam suatu keramaian tidak akan diketahui adanya terdapat orang yang sudah terpapar mpox, meski pun terdapat beberapa medium penularan penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox tersebut.

Medium penularan pertamanya adalah seperti, Kontak langsung kulit dengan kulit dengan penderita mpox, termasuk juga hubungan seksual yang kini banyak terjadi, karena memang melalui hubungan seksual penularannya.

Selain itu melalui kontak yang tidak langsung yaitu melalui benda-benda yang terkontaminasi virus mpox, serta juga melalui droplet (cairan yang keluar dari hidung dan mulut), kata Hendra.

Hendra menegaskan, Meski penularan mpox tidak seganas COVID-19 dengan menyebar lewat udara (airborne), Tetapi seluruh kelompok masyarakat harus selalu mewaspadainya.

Demi usaha dalam pencegahannya yang harus dilakukan oleh masyarakat, Adalah menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Untuk orang yang merawat pasien mpox secara mandiri jangan lupa memakai alat pelindung diri (APD) dan masker serta sarung tangan. Untuk meminimalisir kontak langsung atau terkena droplet, tarang Hendra.

Protokol kesehatan sewaktu pandemi COVID-19 sepert 5M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi perlu diterapkan kembali sebagai bentuk kewaspadaan.

Sementara itu dilansir dari laman Sehat Negeriku, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyatakan, Sebanyak 88 kasus penyakit cacar monyet atau Mpox terkonfirmasi hingga 17 Agustus 2024 dari tahun 2022.

Menurut Plh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI dr Yudhi Pramono, MARS, sebanyak 87 kasus telah dinyatakan sembuh. Jika dilihat tren mingguan kasus konfirmasi Mpox di Indonesia dari tahun 2022 hingga 2024, periode dengan kasus terbanyak terjadi pada Oktober 2023.

Yudhi mengatakan dari 88 kasus yang dikonfirmasi, sebanyak 54 kasus memenuhi kriteria untuk dilakukan whole genome sequencing (WGS) guna mengetahui varian virusnya.

54 kasus tersebut seluruhnya varian Clade IIB, Clade II ini mayoritas menyebarkan wabah Mpox pada Tahun 2022.

Hingga saat ini dengan fatalitas lebih rendah dan ditularkan sebagian besar dari kontak seksual,” ujar Yudhi.

Yudhi menjelaskan terdapat dua Clade Monkeypox virus, yakni Clade I berasal dari Afrika Tengah (Congo Basin) dengan subclade 1a.

Subclade 1a ini memiliki case fatality rate (CFR) lebih tinggi daripada clade lain dan ditularkan melalui beberapa mode transmisi. Sementara itu, subclade 1b ditularkan sebagian besar dari kontak seksual dengan CFR 11%.

Berbeda dengan Clade I, Clade II berasal dari di Afrika Barat dengan subclade IIa dan IIb dengan CFR 3,6%.  Clade II memiliki CFR rendah dengan kasus sebagian besar berasal dari kontak seksual pada saat wabah pada 2022.

Mpox menular melalui kontak langsung dengan ruam bernanah di kulit, termasuk saat berhubungan seksual. Orang yang berhubungan seks dengan banyak pasangan dan berganti-ganti berisiko tinggi tertular Mpox.  Kelompok risiko utama adalah laki-laki yang melakukan seks dengan sejenis, sebut Yudhi.

“Yudhi mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker medis jika merasa tidak sehat. Jika muncul gejala seperti ruam bernanah atau keropeng pada kulit, segera periksakan diri ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat,” pungkasnya.

 

(redRf).