KAB. BEKASI-JABAR
Globalindo.Net//
Warga masyarakat menyesalkan dan mengecam bangunan liar yang berdiri diatas tanah tanggul kali Citarum, yang menutupi satu-satunya akses jalan proyek normalisasi dan penurapan kegiatan BBWSC, Rabu 04/08/2024.
Pada tahun 2012 Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC), melaksanakan proyek Normalisasi dan Penurapan hampir kurang lebih Rp. 4 milyar anggaran digelontorkan untuk kegiatan tersebut.
Karena titik lokasi pekerjaan sangat jauh dan berada dipinggir kali cibe’et, yang tidak dimungkinkan untuk bisa dilewati alat berat dan pancangan beton (sheet pile), apalagi harus melewati jalan kampung yang berbelok-belok.

Oleh karena itu pihak PUPR selain menganggarkan dana untuk kontruksi bangunan juga untuk pekerjaan perkerasan jalan, wal hasil ratusan rit mobil damtruck batu kapur (limestone) diturunkan untuk pekerjaan pembuatan jalan, menuju ketitik lokasi kegiatan.
Sekarang sudah hampir 14 tahun, kondisi bangunan sudah rusak dan kumuh bahkan ada yang longsor disebabkan paktor usia bangunan dan terjangan arus air diwaktu banjir.
Melihat kondisi itu warga berharap ada perbaikan atau pemeliharaan, bangunan yang sudah berdiri permanen dibiarkan tanpa perawatan malah dijadikan tempat usaha pembuatan material kusen.
Warga setempat bernama JAMAL saat dikonfirmasi oleh media globalindo.Net, mengatakan rasa penyesalannya dan menyayangkan dengan berdirinya bangunan tersebut.
“Seharusnya dilokasi tanah tanggul itu jangan dibangun, dulu disitu enggak ada bangunan ko, emang sengahaja agar nanti ada kegiatan satu-satunya akses jalan untuk dilewati alat berat.” Tuturnya.
Dengan kondisi berdirinya bangunan material kusen, jamal menanggapi ini ada pembiaran atau lemahnya pengawasan dari pihak yang terkait.
“Mungkin ada pembiaran atau lemahnya pengawasan dari pihak terkait, sehingga dengan mudah seseorang bisa mendirikan bangunan, berharap ada ketegasan dan peneguran dari Pemerintah, karena kedepannya mungkin dilokasi dulu ada proyek perlu adanya perbaikan.”Pungkasnya.
Sementara berita ini diterbitakan belum ada pihak terkait yang berkompenten untuk dapat dimintai keterangannya.
(Os)












