BekasiBeritaHukum & KriminalJawa Barat

Pekerjaan JITUT Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi di Cikarang Timur Diduga Bermasalah

1441
×

Pekerjaan JITUT Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi di Cikarang Timur Diduga Bermasalah

Sebarkan artikel ini

KAB.BEKASI-JABAR

Globalindo.Net // Pekerjaan JITUT (Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani) di Desa Labansari Kecamatan Cikarang Timur, dengan nama kegiatan: Belanja Hibah JITUT Kelompok Jati Jaya Desa Labansari Ciktim,  Nilai Rp. 160.230.000 Sumber dana APBD TA 2024, sudah melewati batas waktu pekerjaan dan meninggalkan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaannya. (31/7/2024)

Sejumlah kejanggalan kegiatan JITUT yang di temukan di Desa Labansari Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi pada dinas Pertanian molor satu minggu dari masa kontrak waktu pekerjaan di Desa Labansari Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi.

Kontrol sosial adalah hak dan milik bersama baik itu lembaga ataupun masyarakat, artinya semua unsur elemen berhak tahu dan mengawasi jalannya kegiatan pekerjaan yang bersumber dari anggaran Pemerintah.

Menurut Bayu yang biasa di sebut Bazon Ketua Dpc GMPI Cikarang Timur dalam pantauannya ke lokasi, terlihat bahwa pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai RAB dan masa kontrak proyek tersebut pun sudah habis waktunya dan selesai dikerjakan setelah satu minggu dari masa kontrak kerja.

“Selain itu dari material jenis pasir yang digunakan adalah pasir yang tidak memenuhi standard RAB yang dapat diragukan kualitasnya juga jenis semen menggunakan merek GARUDA kemasan 40Kg, di RAB dalam daftar harga satuan bahan semen PC Rp. 1.196.00 dalam harga satuan kg, Ini jelas adanya dugaan indikasi penyimpangan,” Tutur Bazon Ketua Dpc GMPI Cikarang Timur kepada Globalindo.

Sementara pemasangan batu yang asal-asalan dengan cara menumpahkan adukan ke batu yang sudah ditata di dalam bentangan benang pada bekisting, padahal metode seperti itu jelas tidak diperbolehkan karena banyaknya rongga yang tidak terisi oleh adukan dan ketinggian pasangan yang bervareatif sehingga tidak dapat diestimasi volume kubikasi yang sebenarnya, alhasil volume pun jelas berkurang. Hal ini akan menyebabkan asumsi masyarakat adanya indikasi dugaan Korupsi pada proyek kegiatan tersebut. Pungkasnya Bazon.

Sementara saat dikonfirmasi mengenai tanggapannya dari pihak dinas terkait oleh Globalindo melalui pesan whastaapp tidak ada respon, begitupun konsultan yang tidak bisa dihubungi, sejak berita ini diterbitkan.

 

(Os).