KAB.BANDUNG-JABAR
Globalindo.Net // Menjelang HUT RI para pedagang bendera dan umbul umbul sudah mulai berjejer menghiasi sepanjang jalan Raya Banjaran, Kabupaten Bandung.
Dari pantauan globalindo, Minggu (28/7/2024) hampir sepanjang jalan raya banjaran pedagang musiman bendera dan umbul-umbul sangat mendominasi, bendera dan umbul-umbul merah putih terlihat rapih berderet sambung menyambung antar pedangan, seolah disengaja menghiasasi jalan.
Dari sekian banyak pedagang, kami sengaja mendatangi lapaknya Bapak Iwan 50 tahun, pedagang paruh baya ini kelihatan gembira, hampir setiap tahun jelang HUT RI iwan tidak pernah absen berdagang bendera dan umbul-umbul.
Iwan mengaku sudah berjualan bendera dari usia 15 tahun mengikuti jejak orang tuanya, tapi ini kerja musiman sedangkan sehari-hari dirinya adalah pedagang makanan yang mangkal di halaman sekolah SD.
Untuk menghidupi istri dan kedua anaknya yang masih sekolah Iwan rela menyempatkan berjualan bendera dan umbul-umbul, berharap rejeki berpihak kepadanya ditengah ketatnya persaingan antar pedagang serta maraknya penjualan online.
Bendera yang Iwan jual dibandrol dengan harga bervariasi. Untuk ukurang panjang 1 meter dan lebar setengah meter, ia menjualnya dengan harga Rp 35ribu. “Bendera ukuran ini biasanya dipasang di depan rumah biasa nya laku keras,” ujarnya.
Sedangkan bendera yang berukuran 2X1 meter dihargai Rp 65 ribu. Kemudian bendera berukuran 5X1 meter seharga Rp 100 ribu, dan yang paling panjang 15×1 meter dijual dengan harga Rp 150 ribu – Rp 200 ribu.
Tidak jauh berbeda dengan Bapak Ayi 41 tahun. Ayi membuka lapak benderanya tepat di depan Mesjid Agung Banjaran, Kabupaten Bandung.
“Masih sepi mungkin baru tiga hari berjualan, mudah mudahan seminggu sebelum 17 agustus mulai rame yang beli,” harap Ayi.
Menurut Ayi, sejak adanya belanja via online beberapa tahun terakhir, omset penjualan bendera dan asesoris lainnya jadi menurun, ditambah banyak saingan antar pedagang. Pedagang kaki lima seperti dirinya, balik modal saja sudah alhamdulilah, apalagi untuk cari untung yang banyak kaya nya udah ga mungkin.
Ayi berharap dengan bertemu Media Globalindo, jeritan kami bisa terdengar oleh pemerintah dan mudah mudahan pemerintah bisa secepat nya mencari kan solusi untuk para pedagang kaki lima bukan hanya pedagang bendera sajah tapi semua para pedagang, tambah ayi
Galih












