Ngawi, Globalindo.net // Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi telah mengalami kenaikan sejak awal Oktober 2023. PT Pertamina (Persero) mengumumkan sejumlah perubahan harga.
Dimana harga-harga tersebut dimulai dari Pertamax yang naik menjadi Rp 14 ribu per liter, Pertamax Green 95 menjadi Rp 16 ribu per liter, Pertamax Turbo menjadi Rp 16.600 per liter, Dexlite menjadi Rp 17.200 per liter, dan Pertamina Dex menjadi Rp 17.900 per liter.
Tetapi kenaikan BBM tersebut malah justru menjadi ajang bisnis bagi para penimbun BBM yang merugikan pemerintah. Ditambah lagi Oknum tersebut telah bekerjasama dengan SPBU yang mencari keuntungan Peribadi.

Seperti yang terungkap oleh Wartawan Globalindo.net dimana salahsatu SPBU yang berada di Jl. Sukowati, Sekolahan, Karangasri, Kec. Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, tepatnya SPBU 54-632-01 sedang mengisi BBM yang diluar aturan
Saat dipastikan oleh Wartawan Globalindo.net, SPBU 54-632-01 tersebut sedang mengisi BBM kedalam mobil travel Izusu Long warna Silver yang didalamnya dimodifikasi dengan adanya dua tandon besar untuk mengisi solar bersubsidi.
” Maaf mas, saya hanya pegawai,untuk lebih lanjutnya silahkan hubungi pihak kantir saja ” terang salahsatu pegawai SPBU yg berada dilokasi.

Tidak berhenti disitu, Wartawan Globalindo.net melanjutkan penelusuran dengan membuntuti mobil Izusu warna silver bernopol AE 7367 NA yang kemudian diketahui masuk kedalam sebuah bangunan.
Menurut warga sekitar, diduga bangunan tersebut milik warga Magetan berinisial LM yang tepatnya berada di pinggir Jalan Raya Nasional Ngawi – Surabaya, Desa Cangakan, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi. Selain itu juga terdengar senter bangunan tersebut dibeckingi oleh seorang oknum TNI AD berinisial WD. **(Berry)












