JAWA TIMURMaduraSumenep

Sensus Ekonomi 2026 Dan Harapan Warga Negara Indonesia

53
×

Sensus Ekonomi 2026 Dan Harapan Warga Negara Indonesia

Sebarkan artikel ini
Oleh : Mellisa Aryunani

SUMENEP Globalindo.net – Dalam Artikel “Sensus Ekonomi 2026 dan Negara Yang Tak Lagi Dipercaya” (Globalindo.net 29 Juli 2026), Mellisa Aryunani mengajak kita melihat pada realitas yang terjadi dilapangan. Namun bagi saya tulisan ini mengisyaratkan bahwa penolakan petugas SE 2026 dari warga yang tidak mau di sensus adalah luapan perlawanan dan ketidakpercayaan warga atas negara dirasa kurang tepat.

Ini memberikan kesan seolah-olah masyarakat indonesia secara luas enggan berpartisipasi dalam pendataan yang dilakukan oleh BPS. Kesimpulan semacam itu terlalu sederhana dan menegaskan partisipasi warga yang lebih banyak bersedia disensus.

Alih-alih mengalibrasi masyarakat yang menerima dan menolak di sensus, perhatian kita sebagai warga negara seyogianya diarahkan pada upaya membangun kepercayaan publik atas SE2026.

Amplifikasi tujuan dan manfaat pendataan, jaminan kerahasiaan data pribadi menjadi kunci bagi masyarakat merasa aman dan nyaman saat di data oleh petugas SE2026.

Pertanyaan kritis responden bukan antagonisme kepada negara, melainkan refleksi rasa ingin tahu akan tujuan dan manfaat SE2026 sekaligus peningkatan kesadaran akan perlindungan data pribadi, oleh karena itu respon yang dibutuhkan bukan stigma, melainkan edukasi yang mumpuni.

Tujuan dan manfaat SE2026 perlu dikomunikasikan dengan bahasa yang akrab ditelinga masyarakat. Komunikasi publik juga harus menegaskan kalau informasi yang dihimpun dalam SE2026 dijamin kerahasiannya oleh undang-undang dan hanya dimanfaatkan untuk kepentingan statistik.

Ini juga bukan sekedar janji institusional, melainkan amanat konstitusional yang disertai sanksi bagi siapapun yang menyalahgunakan atau membocorkan data responden.

Keberhasilan SE2026 tidak dapat dibebankan hanya kepada penyelenggara. Diperlukan kesadaran kolektif bahwa data statistik merupakan public good. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemerintah, tetapi juga dunia usaha, hingga masyarakat luas yang membutuhkan informasi sebagai kompas pengambilan keputusan.

Ketika masyarakat bersedia membuka pintu rumah dan memberikan informasi yang jujur, sejatinya menitipkan kepercayaan kepada negara. Sebaliknya negara berkewajiban menjaga kepercayaan itu melalui perlindungan data, transparansi dan penggunaan data statistik yang bertanggung jawab. Jadi sebagai warga negara terimalah kedatangan petuga SE2026, dan sampaikan data dengan apa adanya.

Pesan saya sebagai Penulis untuk teman teman di seluruh wilayah Indonesia SE2026 ini telah mengajarkan kita belajar banyak hal tentang kehidupan, dibalik setiap pintu yang diketuk ada cerita tentang harapan dan perjuangan yang membuat kita tumbuh dan berkembang, Jika hari ini terasa berat ingatlah sedikit lagi sampai garis akhir, jaga kesehatan dan jangan menyerah semoga setiap langkah kita dimudahkan.

Tinggalkan Balasan