SUMENEP, Globalindo.Net — Aliansi Mahasiswi Universitas Annuqayah (UA) pada Selasa (11/08/26) melakukan konfirmasi ulang surat elektronik mengenai pelaksanaan Kongres dan Pemira yang dinilai masih belum stabil. Konfirmasi tersebut disampaikan untuk meminta kejelasan terkait sejumlah persoalan yang muncul dalam proses pelaksanaan Kongres dan Pemira Universitas Annuqayah.
Dalam konfirmasi tersebut, Aliansi Mahasiswi UA mempertanyakan beberapa hal yang dianggap perlu mendapatkan titik penjelasan dari pihak penyelenggara.
Pertama, terkait adanya dua partai yang mencalonkan kandidat yang sama. Aliansi mempertanyakan bagaimana ketentuan pencalonan tersebut dapat terjadi serta apakah mekanisme tersebut telah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam pelaksanaan Pemira.
Kedua, Aliansi mempertanyakan terkait adanya seorang kandidat (PR) yang mengaku tidak mengetahui bahwa dirinya telah dicalonkan. Hal tersebut dinilai perlu mendapatkan klarifikasi karena pencalonan seorang kandidat semestinya didasarkan pada adanya pengetahuan dan persetujuan dari pihak yang bersangkutan.
Aliansi meminta agar pihak penyelenggara memberikan penjelasan mengenai mekanisme pencalonan dan proses verifikasi kandidat dalam Pemira.
Ketiga, Aliansi Mahasiswi UA mempertanyakan mekanisme pelaksanaan kampanye. Kejelasan mengenai tahapan, aturan, batasan, serta teknis kampanye dinilai penting agar seluruh kandidat maupun partai peserta Pemira mendapatkan perlakuan dan kesempatan yang setara.
Aliansi juga mendorong agar mekanisme kampanye disampaikan secara transparan sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keberpihakan dalam proses Pemira.
Melalui konfirmasi tersebut, Aliansi Mahasiswi UA berharap pihak penyelenggara dapat memberikan penjelasan secara terbuka terhadap persoalan-persoalan yang dipertanyakan dengan estimasi waktu 1×24 jam. Konfirmasi ini juga menjadi upaya untuk memastikan agar pelaksanaan Kongres dan Pemira Universitas Annuqayah berjalan secara transparan, adil, demokratis, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
“kenapa bisa seorang pemimpin yang menuntunkan arah kampus selama 1 tahun kedepan tidak mengetahui kalo dirinya sendiri dicalonkan sebagai kandidat” ujar salah satu anggota Aliansi.
Aliansi Mahasiswi UA menegaskan bahwa penyampaian tuntutan tersebut bukan semata-mata untuk mempersoalkan proses yang sedang berjalan, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan demokrasi mahasiswa di lingkungan Universitas Annuqayah.
Kejelasan terhadap setiap tahapan dinilai penting agar hasil Kongres dan Pemira nantinya dapat diterima oleh seluruh pihak serta tidak meninggalkan persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik di kemudian hari.












