BeritaSumenep

Sensus Ekonomi 2026, Kompas Pembangunan Sumenep Satu Dekade ke Depan

49
×

Sensus Ekonomi 2026, Kompas Pembangunan Sumenep Satu Dekade ke Depan

Sebarkan artikel ini

SUMENEP,Globalindo.net – Pemerintah Desa Longos, Kecamatan Gapura, kabupaten Sumenep jawa timur, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS). Kepala Desa Longos, Syukran Hafidzi, menegaskan kegiatan ini menjadi landasan utama dan kompas arah pembangunan Kabupaten Sumenep untuk sepuluh tahun mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Syukran saat menerima kedatangan anggota Petugas Pendataan Lapangan (PPL) Sensus Ekonomi 2026 di Balai Desa Longos, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian persiapan teknis pelaksanaan sensus ekonomi yang berlangsung secara nasional.

Menurut Syukran, data yang akurat, lengkap, dan komprehensif yang dihasilkan dari sensus ini memegang peran sangat vital. Melalui data tersebut, pemerintah diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat, serta menyiapkan langkah strategis menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

“Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi kompas pembangunan Kabupaten Sumenep dalam satu dekade mendatang. Melalui data yang akurat dan komprehensif, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan,” tegas Syukran.

Sebagai kegiatan yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali, Sensus Ekonomi memiliki nilai strategis tinggi. Hasil sensus menjadi dasar utama dalam penyusunan asumsi pembangunan ekonomi makro, baik di tingkat daerah maupun nasional. Data ini berfungsi sebagai kerangka besar, sementara pengumpulan data tahunan berperan memantau perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Asumsi pembangunan ekonomi makro harus didasarkan pada hasil sensus yang dilakukan setiap 10 tahun sekali, sambil kita melakukan pengumpulan data tahunan untuk memantau berbagai perkembangan,” jelasnya.

Syukran juga menekankan, keberhasilan pembangunan tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan data yang berkualitas. Seluruh kebijakan yang dikeluarkan pemerintah haruslah berpijak pada fakta dan kondisi nyata yang terjadi di lapangan, bukan sekadar asumsi atau dugaan. Indonesia sebagai bangsa besar, kata dia, wajib bergerak maju dengan menjadikan data sebagai landasan utama pengambilan keputusan. Pendekatan kebijakan berbasis bukti atau evidence-based policy sudah menjadi kebutuhan mutlak yang tidak bisa ditawar lagi.

Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan memotret secara menyeluruh kondisi, struktur, dan perkembangan dunia usaha di Indonesia. Data tersebut akan menjadi rujukan utama bagi pemerintah daerah maupun pusat dalam merancang strategi ekonomi yang lebih efektif, adaptif, dan responsif terhadap perubahan zaman dan dinamika pasar.

Pada kesempatan itu, Syukran juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada BPS Kabupaten Sumenep yang selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyediakan data statistik yang akurat, terpercaya, dan objektif. Ia berharap lembaga tersebut senantiasa menjaga independensi, profesionalisme, dan integritas tinggi selama proses pendataan berlangsung.

Kualitas data yang dihasilkan, kata dia, sangat bergantung pada integritas petugas dan sistem kerja yang transparan, agar hasil akhirnya benar-benar kokoh menjadi pijakan pembangunan selama satu dekade ke depan.

“Kami meyakini pembangunan yang baik harus didukung oleh data yang berkualitas dan kebijakan yang berbasis bukti. Mari kita satukan langkah untuk support dan menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” ajak Syukran Hafidzi mengakhiri pernyataannya.”

Pewarta: Wawan-sigit

Tinggalkan Balasan