JAWA TIMURNgawi

Ayamnya Bau, Dapur Lalangon Bikin Ulah Lagi,Porsi Besar Dugaan di Korupsi Rp 3 Ribu

119
×

Ayamnya Bau, Dapur Lalangon Bikin Ulah Lagi,Porsi Besar Dugaan di Korupsi Rp 3 Ribu

Sebarkan artikel ini

SUMENEP – Kasus dugaan pelayanan buruk di dapur makan kembali mencuat. Kali ini giliran Dapur Lalangon yang menjadi sorotan karena menu yang disajikan diduga tidak layak konsumsi dan meresahkan para wali murid.

Keluhan utama yang disampaikan adalah soal lauk yang memiliki bau tidak sedap. Yang mengejutkan, meskipun baunya menyengat, porsi lauk yang diberikan justru terlihat kecil. Hal ini memunculkan kecurigaan bahwa bahan makanan yang digunakan kemungkinan sudah tidak segar atau basi.

Menurut keterangan seorang wakil rakyat inisial R yang dimintai penjelasan oleh wali murid terkait harga menu tersebut, ia menyebutkan bahwa nilai dari satu porsi menu itu berkisar antara tujuh ribu hingga delapan ribu rupiah.

“Setelah wali murid nanya ke wakil rakyat, menu tersebut kisaran tujuh ribu ke delapan ribu. Berarti sudah banyak korupsinya itu, Lek,” ucap wakil rakyat tersebut dengan nada prihatin.

Pernyataan ini semakin memperkuat dugaan masyarakat bahwa terjadi penyimpangan anggaran atau mark-up, di mana biaya yang diterima tinggi namun kualitas makanan yang diterima anak-anak sangat rendah dan membahayakan kesehatan.

Ironisnya, meski keluhan sudah disampaikan hingga ke telinga pengelola, tidak ada tindakan nyata perbaikan. Diketahui pihak dapur sempat datang ke sekolah dan menanyakan langsung kepada siswa.

“Dari pihak dapur ke sekolah tapi cuma nanya ‘lauknya bau ya?’. Siswa menjawab ‘iya bau, Pak’. Tapi tetap tidak ada perbaikan sama sekali,” keluh salah satu sumber.

Sikap acuh tak acuh ini tentu saja membuat emosi wali murid memuncak. Mereka menuntut adanya tindakan tegas dari pemerintah daerah.

Wali murid meminta agar Pemerintah Kabupaten Sumenep segera turun tangan dan menindak tegas apa yang mereka sebut sebagai “dapur-dapur nakal”. Hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan dan masa depan anak-anak sebagai penerus bangsa.

“Kami minta Pemkab Sumenep jangan diam saja. Tegakkan hukum dan berantas oknum yang merugikan anak-anak kami,” tegas salah satu perwakilan wali murid.

Sementara itu, untuk mengklarifikasi masalah ini, tim wartawan media ini telah berusaha menghubungi dan meminta keterangan langsung kepada Kepala Dapur. Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada jawaban sama sekali alias pihak kepala dapur memilih bungkam.”

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan