BeritaKesehatanSumenep

RSUDMA Sumenep Naik Level! Layanan Kurang Maksimal Kini Ada Kompensasinya

67
×

RSUDMA Sumenep Naik Level! Layanan Kurang Maksimal Kini Ada Kompensasinya

Sebarkan artikel ini

Sumenep, Globalindo.net – RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep kembali menunjukkan upaya nyata dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Salah satu langkah terbarunya adalah menghadirkan kebijakan kompensasi bagi pasien yang mendapatkan layanan di bawah standar.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi rumah sakit milik Pemkab Sumenep dalam membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan publik.

Program kompensasi tersebut telah ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan Direktur RSUDMA. Di dalamnya mengatur secara rinci mekanisme pemberian kompensasi, sekaligus sistem evaluasi serta sanksi bagi tenaga medis maupun unit layanan yang tidak menjalankan prosedur sesuai standar operasional (SOP).

Direktur RSUDMA Sumenep, Erliyati, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan layanan yang transparan, akuntabel, dan berfokus pada kepuasan pasien.

“Apabila terdapat pelayanan yang tidak sesuai standar, maka rumah sakit memiliki tanggung jawab, baik secara moral maupun institusional, untuk memberikan kompensasi kepada pasien,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, kebijakan ini tidak hanya melindungi pasien, tetapi turut menjadi alat evaluasi untuk meningkatkan kualitas kinerja internal. Setiap unit pelayanan diharapkan dapat bekerja lebih profesional, disiplin, serta mengutamakan keselamatan pasien.

Apresiasi terhadap layanan RSUDMA pun datang dari masyarakat. Wahyu, warga Kecamatan Bluto, menilai pelayanan rumah sakit cukup humanis, dengan tenaga kesehatan yang sigap dan komunikatif.

“Petugasnya cepat tanggap, dan setiap tindakan dijelaskan dengan jelas. Kami sebagai keluarga pasien jadi lebih tenang,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Ulum, warga Pandian, yang mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan. “Pelayanannya bagus,” ujarnya singkat. Dukungan juga datang dari Samiatun, warga Pangarangan, yang menilai pelayanan RSUDMA baik dan memuaskan.

Manajemen RSUDMA menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi menuju layanan kesehatan berbasis patient centered service, di mana pasien menjadi fokus utama dalam setiap proses pelayanan.

Selain itu, langkah tersebut juga mencerminkan komitmen rumah sakit dalam menjaga keterbukaan serta akuntabilitas kepada publik. Tidak hanya meminta kepercayaan masyarakat, RSUDMA juga siap bertanggung jawab apabila terjadi kekurangan dalam pelayanan.”

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan