Sumenep

Festival Tellasan Topak Pengasuh:K.Abu Yazid ,Warisan Budaya yang Tetap Hidup

58
×

Festival Tellasan Topak Pengasuh:K.Abu Yazid ,Warisan Budaya yang Tetap Hidup

Sebarkan artikel ini

Sumenep, Globalindo.net – Di tengah derasnya arus modernisasi, warisan budaya lokal tetap menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Salah satu bukti nyata keberlangsungan Festival Tellasan Topak, Pengasuh abu yazid dan ketua yayasan k.saleh beserta ketua grup santre konah moh.syaikhol hadi, Sabtu 29/03/2026

sebuah acara budaya yang tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga wadah pelestarian nilai-nilai tradisi yang diwariskan turun-temurun. Acara ini berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat, berkat kepemimpinan dan dedikasi para tokoh yang berkomitmen menjaga identitas budaya di samping itu juga diramaikan dengan adanya lampion 200 , kembang api 5 kardus dan uang 9jt jadi keseluruhan 30jt.

Di garis depan upaya pelestarian ini berdiri K. Abu Yazid, tokoh sentral yang menjadi penyangga semangat dalam penyelenggaraan festival ini.

Melalui pandangan dan keteladanannya, beliau memastikan bahwa Tellasan Topak tidak sekadar menjadi pertunjukan, melainkan juga sarana penanaman nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal. Di bawah arahannya, festival ini tumbuh menjadi ajang yang dihormati, di mana setiap gerakan dan simbol yang ditampilkan memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan sejarah dan kepercayaan masyarakat setempat.

Peran penting juga diemban oleh K.Saleh selaku Ketua Yayasan yang menaungi kegiatan ini. Sebagai pengelola organisasi, beliau memikul tanggung jawab besar dalam hal manajemen, koordinasi, serta upaya pengembangan agar festival ini dapat berjalan dengan lancar dan terus berkembang.

Bahkan yayasan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pengelola, tetapi juga sebagai rumah bagi para pelestari budaya. Beliau aktif berupaya mencari dukungan, baik dari pemerintah maupun masyarakat luas, demi memastikan kelangsungan acara ini dan menjamin agar sarana serta prasarana pendukungnya senantiasa terjaga.

“Sementara itu, denyut nadi pertunjukan berada di tangan Moh Syaikhol Hadi, Ketua Grup Santreh Konah. Sebagai pemimpin kelompok seni yang menjadi pelaku utama dalam festival ini, Moh Syaikhol Hadi bertugas memadukan kemampuan seni para anggotanya dengan makna tradisional yang harus disampaikan.

Di bawah kepemimpinannya, Grup Santreh Konah terus berlatih dan berinovasi, menjaga agar teknik pertunjukan Tellasan Topak tetap otentik namun juga mampu menarik minat generasi muda. Beliau juga berperan aktif dalam mentransfer ilmu dan keterampilan kepada anggota baru, memastikan bahwa tongkat estafet kesenian ini tidak akan putus.

Festival Tellasan Topak Pengasuh menjadi bukti bahwa ketika tokoh masyarakat, lembaga, dan kelompok seni bersatu, budaya akan tetap hidup dan berkembang. Melalui sinergi antara visi K. Abu Yazid, manajemen K.Saleh, dan kreativitas Moh Syaikhol Hadi, acara ini tidak hanya merayakan masa lalu,
tetapi juga membangun pondasi untuk masa depan.

Semoga semangat pelestarian ini terus menyala, menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk juga bangga dan menjaga kekayaan budaya yang mereka miliki.”

Pewarta: Eka-HR

Tinggalkan Balasan