SumenepBeritaJAWA TIMUR

Pelayanan Listrik Dinilai Buruk, Warga Arjasa Minta PLN ULP Kangean Berbenah

102
×

Pelayanan Listrik Dinilai Buruk, Warga Arjasa Minta PLN ULP Kangean Berbenah

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.Net – Keluhan masyarakat terhadap pelayanan listrik di wilayah kepulauan kembali mencuat. Kali ini sorotan tertuju pada kinerja PLN ULP Kangean yang dinilai semakin tidak menentu akibat seringnya pemadaman listrik tanpa penjelasan yang jelas kepada masyarakat.

Sejumlah warga di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, mengaku mulai jenuh dengan kondisi tersebut. Pemadaman listrik disebut kerap terjadi secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan resmi, bahkan sering berlangsung pada waktu-waktu penting seperti menjelang sahur maupun saat berbuka puasa di bulan Ramadan.

Kondisi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Selain menghambat kegiatan rumah tangga, pemadaman listrik yang tidak menentu juga berdampak langsung pada pelaku usaha kecil, warung makan, hingga para pedagang yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan usahanya.

“Sudah terlalu sering listrik padam tanpa ada penjelasan. Kadang saat sahur tiba-tiba mati, kadang juga saat berbuka. Ini sangat mengganggu,” ujar seorang warga Arjasa yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Masyarakat menilai pelayanan listrik di wilayah kepulauan seperti Kangean seolah kurang mendapat perhatian serius, padahal kebutuhan listrik menjadi salah satu penopang utama aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari warga.

Di sisi lain, sikap Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Arjasa juga mulai menjadi sorotan. Hingga saat ini belum terlihat adanya langkah tegas atau desakan terbuka kepada pihak PLN untuk segera memperbaiki pelayanan listrik yang kerap bermasalah tersebut.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai Forkopimka seharusnya hadir sebagai representasi pemerintah di tingkat kecamatan yang mampu menyuarakan keluhan warga serta mendorong solusi konkret.

“Forkopimka seharusnya memanggil pihak PLN dan meminta penjelasan resmi. Jangan sampai masyarakat merasa dibiarkan menghadapi masalah ini sendirian,” kata salah satu tokoh masyarakat setempat.

Warga berharap pihak PLN segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan di wilayah Kangean, sekaligus memberikan transparansi kepada masyarakat terkait penyebab seringnya pemadaman listrik.

Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa perbaikan yang nyata, dikhawatirkan gelombang protes masyarakat akan semakin menguat. Terlebih di bulan Ramadan, ketika masyarakat sangat membutuhkan kenyamanan serta stabilitas listrik untuk menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari.

Jurnalis : sigit