JAWA TIMURTrenggalek

Sarasehan Perkerisan di Trenggalek: Komunitas Guyub Satukan Visi Lestarikan Budaya

55
×

Sarasehan Perkerisan di Trenggalek: Komunitas Guyub Satukan Visi Lestarikan Budaya

Sebarkan artikel ini

Trenggalek, 16 Februari 2026 — Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai Sarasehan Perkerisan yang digelar komunitas Perkerisan Adicitra Nusantara di sekretariat Kadang DEKAT, Kabupaten Trenggalek, Senin malam (16/2). Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB ini mempertemukan berbagai komunitas perkerisan dari latar belakang yang beragam.

Meski datang dari wadah yang berbeda, para peserta mampu menciptakan ruang diskusi yang terbuka, santun, dan saling menghargai. Nuansa guyub menjadi roh utama sarasehan, memperlihatkan bahwa keberagaman komunitas bukan penghalang untuk bersatu dalam misi pelestarian budaya Nusantara.

Sarasehan dipimpin langsung oleh jajaran pengurus, yakni Kang Mas Rakyan Umbara, Kang Mas Abas, dan Ni Mas Maya. Forum ini menjadi langkah awal membangun dialog budaya yang sehat, ilmiah, serta berpijak pada nilai-nilai luhur tradisi leluhur.

Dalam diskusi, peserta menyoroti pentingnya merawat warisan tosan aji secara arif dan bertanggung jawab. Selain memperkuat pemahaman tentang dunia perkerisan, forum juga mendorong sinergi antar komunitas di Trenggalek dan sekitarnya agar pelestarian budaya berjalan berkelanjutan.

Bagi panitia, sarasehan ini bukan sekadar pertemuan rutin. Kegiatan ini disebut sebagai titik awal konsolidasi budaya: mempertemukan gagasan, mempererat silaturahmi, sekaligus meneguhkan komitmen bersama menjaga marwah perkerisan sebagai bagian dari identitas bangsa.

Ke depan, Perkerisan Adicitra Nusantara berkomitmen terus membuka ruang diskusi dan edukasi yang inklusif agar warisan budaya tidak hanya dikenang, tetapi dipahami, dirawat, dan diwariskan lintas generasi.

“Kuncaraning bangsa dumunung haneng luhuring budaya — kemuliaan bangsa terletak pada keluhuran budayanya.”

Pewarta: Sugeng

Tinggalkan Balasan