BekasiBeritaOpini

Kang Edo di Garda Depan: Melawan Peredaran Obat Terlarang demi Masa Depan Bekasi

68
×

Kang Edo di Garda Depan: Melawan Peredaran Obat Terlarang demi Masa Depan Bekasi

Sebarkan artikel ini

Apresiasi Langkah Tegas Kapolres Metro Bekasi Lindungi Generasi muda, Dari Ancaman Obat Terlarang.

KAB BEKASI, Globalindo.Net – Di tengah derasnya arus peredaran obat terlarang yang terus membayangi generasi muda, nama Kang Edo perlahan menjadi salah satu figur yang konsisten bersuara lantang di Kabupaten Bekasi. Sebagai Ketua Umum FORTAL (Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang) Nusantara, ia memilih berdiri di garis depan bukan hanya mengkritik, tetapi menggerakkan.

Bagi Kang Edo, perlawanan terhadap obat terlarang bukan sekadar isu hukum, melainkan panggilan moral. Ia melihat langsung bagaimana lingkungan sosial bisa runtuh ketika generasi mudanya terjerat penyalahgunaan obat-obatan. Dari situlah komitmennya tumbuh: membangun kesadaran kolektif bahwa melindungi anak-anak muda adalah tanggung jawab bersama.

“Ini bukan sekadar soal penangkapan. Ini soal menyelamatkan masa depan,” ujarnya dalam pernyataan, Jumat (30/01/2026).

Di bawah kepemimpinannya, FORTAL Nusantara aktif mengedukasi masyarakat, menjalin komunikasi dengan aparat penegak hukum, serta mendorong keterlibatan warga untuk tidak lagi bersikap pasif. Kang Edo percaya, perang melawan obat terlarang tak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Partisipasi masyarakat adalah kunci.

Apresiasi pun ia sampaikan kepada Polres Metro Bekasi yang sepanjang Januari 2026 berhasil mengamankan 21 orang terkait peredaran obat terlarang. Baginya, langkah tersebut menjadi bukti bahwa negara hadir dan serius menangani persoalan ini.

Namun lebih dari itu, Kang Edo menaruh perhatian pada perubahan sosial yang mulai terasa di sejumlah wilayah yang sebelumnya dicap sebagai kawasan rawan. Ia melihat ada harapan baru—rasa aman yang perlahan tumbuh, serta keberanian warga untuk berbicara dan melapor.

Sebagai aktivis sosial, Kang Edo dikenal memiliki gaya komunikasi yang lugas dan penuh semangat. Slogannya, “Bertindak di Luar Batas Nalar, Tegak Lurus Selamatkan Generasi Muda,” bukan sekadar rangkaian kata, melainkan refleksi dari prinsip yang ia pegang: keberanian untuk berbeda demi tujuan yang lebih besar.

Ia menyadari, jaringan peredaran obat terlarang bukan persoalan sederhana. Pergerakannya lintas wilayah dan terorganisir. Karena itu, ia mendorong penguatan sinergi antara masyarakat, aparat, dan berbagai elemen sosial agar upaya pemberantasan tidak berhenti pada penindakan semata, tetapi juga pencegahan dan rehabilitasi.

Bagi Kang Edo, menjaga marwah Kabupaten Bekasi berarti menjaga sejarah dan masa depannya sekaligus. Ia tidak ingin wilayahnya terus-menerus dilekatkan dengan stigma negatif.

“Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?” katanya.

Di tengah tantangan yang kompleks, Kang Edo memilih optimistis. Baginya, perubahan mungkin tidak terjadi dalam semalam. Tetapi selama ada konsistensi, keberanian, dan kepedulian bersama, ia percaya Kabupaten Bekasi dapat terbebas dari bayang-bayang obat terlarang dan generasi mudanya tumbuh dengan harapan yang lebih terang.

 

(Red/ JM)

Tinggalkan Balasan