KAB BANDUNG, Globalindo.Net – Jumat sore, jalan utama penghubung antara Kabupaten Bandung dan Pangalengan kembali dilanda bencana banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Kejadian ini menyebabkan jalur di Jalan Raya Banjaran mengalami lumpuh total, mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap mobilitas warga.
Menurut pantauan dari tim Globalindo di lokasi kejadian, curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan genangan air dengan ketinggian antara 30 hingga 50 sentimeter di berbagai titik. Titik terparah berada tepat di depan Sekolah SMP Handayani, di mana air mencapai kedalaman sekitar 70 sentimeter sehingga arus lalu lintas benar-benar tidak bisa dilalui. Kondisi ini berlangsung mulai pukul 16.00 WIB dan diperkirakan akan bertahan hingga beberapa jam ke depan.

Sejumlah pengendara sepeda motor yang nekat menerobos genangan tersebut mengalami mesin mati secara mendadak di tengah jalan, menyebabkan mereka harus mendorong kendaraannya ke sisi jalan yang lebih tinggi. Sebagian besar memilih untuk putar balik dan menunggu situasi membaik. Tidak sedikit pula warga yang memutuskan berjalan kaki sambil menenteng sepatu dan celana digulung tinggi agar tidak basah terkena air.
Fahrizal (32), salah satu warga Sindangpanon Banjaran menyatakan keprihatinannya terhadap kejadian ini. “Saya ada keperluan, kalau santai pasti nunggu, cuma ini ada perlu jadi ya dimatikan dan didorong saja,” ujarnya saat ditemui di lokasi. Ia menambahkan bahwa kondisi jalan saat ini jauh berbeda dari biasanya, di mana sebelumnya hanya terjadi genangan biasa, kini arus air cukup deras dan merusak segalanya.
Selain Fahrizal, Indrawan yang juga melintas mengaku terkejut dengan volume air yang begitu besar. “Biasanya cuma ada genangan, enggak deras. Tapi sekarang saya lihat deras juga,” katanya singkat namun penuh rasa heran.
Kejadian ini menambah daftar panjang insiden banjir yang kerap melanda kawasan Banjaran selama musim penghujan tahun ini. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menyebutkan bahwa intensitas hujan meningkat secara signifikan sejak awal bulan ini, dengan puncaknya terjadi pada minggu terakhir Oktober. Fenomena ini diperkirakan terkait dengan perubahan iklim global yang menyebabkan pola cuaca ekstrem semakin sering terjadi.
Para pengendara maupun warga setempat berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan jangka panjang seperti normalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur penahan banjir guna mengurangi risiko kerugian di masa mendatang. Sementara itu, masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari pihak berwenang agar dapat mengambil langkah antisipatif saat menghadapi cuaca ekstrem seperti ini.
Kejadian lumpuh totalnya Jalan Raya Banjaran hari ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan serta perlunya peningkatan sistem drainase untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah tersebut. Dengan tingkat curah hujan yang terus meningkat setiap tahun, kolaborasi antara pemerintah, komunitas lokal, dan pihak terkait sangat diperlukan untuk menciptakan solusi berkelanjutan demi keberlangsungan kehidupan warga Kabupaten Bandung.
Galih












