Beranda

“Digital Storyteller: Dari Pena Menuju Lensa, Dari Informasi Menjadi Inspirasi” – Mendorong Generasi Muda Ngawi Jadi Pencerita Digital yang Bertanggung Jawab

293
×

“Digital Storyteller: Dari Pena Menuju Lensa, Dari Informasi Menjadi Inspirasi” – Mendorong Generasi Muda Ngawi Jadi Pencerita Digital yang Bertanggung Jawab

Sebarkan artikel ini

Ngawi, 20 Oktober 2025 – Suasana hangat dan penuh antusias menyelimuti pelaksanaan kegiatan bertajuk “Digital Storyteller: Dari Pena Menuju Lensa, Dari Informasi Menjadi Inspirasi” yang diselenggarakan oleh Empower Motiva – Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia, pada Senin, 20 Oktober 2025, di Angkringan Batas Kota, Ngawi.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif yang telah berkiprah di dunia digital dan jurnalisme lokal, yakni Yulianto Saputro (Founder About Ngawi) dan Muhammad Miftakul Falah (Kontributor Berita Satu dan jurnalis lokal Ngawi).

Menjadi Pencerita yang Menginspirasi Lewat Media Digital

Dalam sesi pertama, Yulianto Saputro menjelaskan bagaimana About Ngawi hadir sebagai platform digital yang secara konsisten mengenalkan potensi lokal Ngawi — mulai dari tempat wisata, kuliner, budaya, hingga peristiwa-peristiwa terkini. Dengan pendekatan visual dan naratif, ia membagikan tantangan dalam membangun engagement audiens, menjaga akurasi informasi lokal, serta mempertahankan konsistensi dalam menciptakan konten yang menarik namun tetap bertanggung jawab.

Sementara itu, Muhammad Miftakul Falah menyoroti pentingnya jurnalisme berbasis data yang dikemas dalam teknik storytelling humanis. Ia menjelaskan bagaimana seorang jurnalis dapat mengangkat cerita manusia (human interest), menyajikan narasi berdasarkan data dan kutipan langsung, serta pentingnya verifikasi lapangan dalam menangkal hoaks. “Jurnalis hari ini bukan hanya pencatat kejadian, tetapi juga penyampai makna di balik peristiwa,” ujarnya.

Peserta dari Berbagai Latar Belakang

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen generasi muda dari organisasi mahasiswa seperti PMII, HMI, IMM, GMNI, dan BEM; organisasi pelajar seperti IPM, IPNU, serta perwakilan dari komunitas remaja Katolik, jurnalis lokal, hingga para kreator konten digital.

Lebih dari Sekadar Pelatihan

Menurut Eko Purnomo, Founder Empower Motiva, kegiatan ini bukan hanya pelatihan teknis, tetapi juga bagian dari proses pembentukan karakter digital bagi generasi muda Ngawi.

> “Melihat antusiasme peserta dari beragam latar belakang menjadi bukti bahwa semangat belajar dan berbagi tak mengenal batas. Ini adalah langkah nyata Empower Motiva dalam mengembangkan potensi SDM, khususnya dalam bidang komunikasi dan literasi digital. Dari pena hingga lensa, dari tulisan hingga unggahan, setiap cerita memiliki kekuatan untuk menginspirasi jika disampaikan dengan hati dan tanggung jawab,” tegasnya.

Kesan Positif dari Peserta

Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari berbagai peserta. Dimas Aradhea Wibowo, Ketua BEM Universitas Soerjo Ngawi, menyampaikan:

> “Acara dilaksanakan dalam suasana santai. Pemateri menyampaikan dengan lugas dan memberikan contoh nyata yang mudah dipahami. Kegiatan ini memperluas wawasan sekaligus memotivasi kami untuk lebih percaya diri dalam mengekspresikan ide melalui tulisan dan gambar.”

Senada dengan Dimas, Nurani Marfuah, anggota HMI Ngawi, berharap kegiatan semacam ini dapat terus digelar:

> “Sangat penting untuk diadakan kembali, terutama bagi Gen Z. Tema yang empowering bisa mendorong mereka berpikir lebih maju dan kreatif di era digital seperti saat ini.”

Sementara itu, Patrisius Fredy Henrico, perwakilan Pemuda Gereja Kabupaten Ngawi, mengapresiasi pendekatan santai namun berbobot dalam penyampaian materi:

> “Acaranya menarik, memberikan wawasan tentang jurnalistik digital dan motivasi untuk percaya diri serta konsisten menekuni hal-hal yang kita sukai.”

Menuju Generasi Pencerita Digital yang Berkualitas

Melalui kegiatan ini, Empower Motiva berharap para peserta mampu menjadi digital storyteller yang tidak hanya memproduksi konten menarik, tetapi juga membawa nilai kebenaran, empati, dan dampak positif bagi masyarakat digital. Dengan menggabungkan keterampilan teknis dan etika jurnalisme, para peserta diharapkan mampu menjadi pencerita masa depan yang menginspirasi, bukan sekadar viral.

Yud/As