Beranda

Penutupan Jalan Saat Musik Tongtong Dikeluhkan Warga Sumenep

179
×

Penutupan Jalan Saat Musik Tongtong Dikeluhkan Warga Sumenep

Sebarkan artikel ini

Sumenep,Globalindo.net – Gelaran Musik Tongtong yang menjadi salah satu agenda dalam kalender event Bupati Sumenep kembali menyita perhatian publik. Bukan karena meriahnya acara, melainkan akibat keluhan masyarakat yang terganggu oleh penutupan sejumlah ruas jalan tanpa pengaturan dan penjagaan memadai.

Event yang sejatinya diharapkan menjadi wadah pelestarian budaya lokal Madura itu justru memunculkan keresahan di kalangan pengguna jalan. Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa ruas jalan utama di sekitar area kegiatan tampak ditutup total tanpa ada rambu maupun petugas yang mengatur arus lalu lintas.

Ali, warga asal Kecamatan Manding, mengaku kesal karena harus memutar jauh untuk sampai ke tempat tujuan.
“Saya tidak tahu ada penutupan jalan. Tidak ada pemberitahuan, tidak ada petugas yang mengatur. Akhirnya harus putar arah cukup jauh. Ini merepotkan,” ujar Ali dengan nada kecewa, Sabtu (18/10/2025).

Keluhan serupa juga disampaikan Sus, warga Kecamatan Rubaru. Ia menilai penyelenggara seharusnya memikirkan dampak kegiatan terhadap masyarakat umum, terutama pengguna jalan yang melintas di wilayah kota.

“Acara budaya bagus, kami dukung. Tapi jangan sampai mengorbankan kenyamanan warga. Kalau ditutup, minimal ada petugas yang berjaga atau rambu pemberitahuan sejak jauh,” kata Sus.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak panitia maupun instansi terkait mengenai pengaturan lalu lintas selama kegiatan Musik Tongtong berlangsung.
Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat melakukan evaluasi agar pelaksanaan event budaya ke depan berjalan lebih tertib dan tidak menimbulkan keluhan serupa.

Event Musik Tongtong sendiri merupakan salah satu tradisi khas Madura yang digelar rutin setiap tahun sebagai bentuk pelestarian kesenian tradisional dan penunjang pariwisata Sumenep. Namun, sejumlah warga menilai pelaksanaannya perlu diimbangi dengan manajemen teknis yang lebih baik agar tujuan budaya dan kenyamanan publik dapat berjalan seimbang.”***

Pewarta: HR