Gresik,_Komitmen dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat kembali diwujudkan LAZIS Nurul Falah.Berkolaborasi dengan PT Pelindo, melaksanakan program pemberdayaan UMKM berupa penyerahan alat produksi, bantuan modal usaha, serta pendampingan usaha tahap ketiga dengan tema “Strategi Harga Jual Anti Boncos untuk UMKM.”.
Kegiatan yang digelar di Ujung Pangkah, Gresik, pada Senin, 1 September 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan penerima manfaat. Mereka mendapat pembekalan langsung dari Hans Mahaputra Yudha Wijaya, S.H., yang memberikan materi strategi bisnis agar UMKM mampu menetapkan harga jual produk secara tepat.
“Penentuan harga yang tidak sesuai sering kali menjadi penyebab kerugian pada usaha kecil. Dengan strategi yang benar, pelaku UMKM diharapkan bisa memperoleh keuntungan berkelanjutan tanpa kehilangan daya saing,” tuturnya.
Selain pendampingan, kegiatan ini juga ditandai dengan penyerahan bantuan peralatan produksi yang meliputi kulkas, alat pemotong, alat pengaduk, hingga kompor. Seluruh perlengkapan tersebut difokuskan untuk mendukung produksi kerupuk ikan, produk unggulan guru ngaji di wilayah pesisir binaan LAZIS Nurul Falah yang memiliki potensi besar berkembang di pasar lebih luas.

Salah satu penerima manfaat, Ustadzah Qiqi, guru ngaji sekaligus pelaku usaha kerupuk ikan, menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya dukungan ini. Selain mendapat kesempatan belajar strategi bisnis, kami juga diberikan peralatan produksi yang membuat usaha kami semakin berkembang. Semoga program ini bisa berkelanjutan dan produk olahan kerupuk kami dapat menembus pasar internasional,” ujarnya penuh harap.
Menurut Qiqi, tantangan utama yang sering dihadapi pelaku UMKM adalah keterbatasan modal dan teknologi produksi. Bantuan yang diberikan LAZIS Nurul Falah dan PT Pelindo dinilai sebagai langkah nyata dalam menjawab kebutuhan tersebut.
Ustaz Syafi’i, Asisten Direktur LAZIS Nurul Falah, menekankan bahwa program ini bukan hanya sebatas bantuan alat atau modal, melainkan menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan penerima manfaat tidak hanya bisa memproduksi, tetapi juga memahami strategi bisnis yang tepat. Dengan begitu, mereka dapat mandiri secara ekonomi bahkan membuka lapangan pekerjaan baru,” ungkapnya.
Kerja sama ini juga mencerminkan sinergi positif antara lembaga zakat dan dunia usaha dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Menurut Syafi’i, keterlibatan PT Pelindo menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan program pemberdayaan yang lebih terukur dan berdampak langsung pada masyarakat.
Dengan dukungan modal, peralatan, dan pendampingan intensif, produk UMKM binaan diharapkan tidak hanya mampu bersaing di tingkat lokal, tetapi juga dapat menembus pasar nasional hingga internasional.
Pewarta : Akbar Trio Mashuri












