JAWA TIMURSumenep

Jalan Protokol dan Pelabuhan Batu Guluk Gelap Gulita: Pemerintah Tunggu Ada Korban?

334
×

Jalan Protokol dan Pelabuhan Batu Guluk Gelap Gulita: Pemerintah Tunggu Ada Korban?

Sebarkan artikel ini

Arjasa, Kangean – Sabtu (16/8/2025).
Gelapnya malam di jantung kepulauan Kangean seakan menjadi potret nyata betapa pemerintah belum serius memberi perhatian kepada masyarakat. Jalan protokol Arjasa yang setiap hari dilalui ribuan orang, hingga kini masih dibiarkan tanpa penerangan yang layak.

Kondisi ini tak ubahnya jerat bahaya yang mengintai. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian dan aktivitas warga, justru berubah menjadi lorong suram. Rawannya kecelakaan lalu lintas hingga potensi tindak kejahatan, adalah risiko yang harus ditanggung masyarakat setiap hari hanya karena kelalaian pemerintah.

Tak hanya itu, pantauan media di Pelabuhan Batu Guluk juga memperlihatkan ironi serupa. Dermaga yang menjadi pintu masuk dan keluar utama warga kepulauan, justru gelap gulita tanpa lampu penerangan. Malam hari, satu-satunya cahaya hanyalah sorotan lampu kapal yang bersandar. Situasi ini jelas sangat membahayakan. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan ada korban jatuh ke laut hanya karena minimnya penerangan.

Dermaga yang menjadi pintu masuk dan keluar utama warga kepulauan, justru gelap gulita tanpa lampu penerangan

“Kami ini bukan orang yang minta-minta berlebihan. Kami hanya ingin ada lampu di jalan protokol dan pelabuhan. Jangan tunggu ada korban baru pemerintah menyesal. Pemerintah jangan hanya ingat warga kepulauan saat pemilu tiba,” tegas Jasuli, salah seorang warga Arjasa, dengan nada getir.

Pertanyaan besar pun menggantung: ke mana Dinas Perhubungan? Bukankah pelabuhan adalah tanggung jawab mereka? Lalu, siapa yang harus disalahkan jika suatu saat ada insiden fatal terjadi akibat gelapnya dermaga Batu Guluk?

Masyarakat kepulauan menilai, penerangan jalan dan pelabuhan bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan mendasar yang menyangkut keselamatan. Sayangnya, hingga kini, pemerintah kabupaten, provinsi, bahkan pusat, tampak abai.

Sudah saatnya pemerintah berhenti memberi janji manis dan mulai turun tangan. Karena di balik gelapnya jalan protokol dan dermaga Batu Guluk, ada jeritan warga kepulauan yang menuntut hak atas keselamatan dan kehidupan yang lebih layak.

Pewarta : Hariyanto