JAWA TIMURSumenep

Ulang Janji Hari Jadi Pramuka di Arjasa: Malam Penuh Hikmat, Janji Terpatri di Sanubari

486
×

Ulang Janji Hari Jadi Pramuka di Arjasa: Malam Penuh Hikmat, Janji Terpatri di Sanubari

Sebarkan artikel ini

Arjasa, Kangean – Malam ini di Pendopo Kecamatan Arjasa, Rabu (13/8/2025), terasa berbeda. Udara yang biasanya hanya membawa semilir angin laut, kini sarat dengan getaran semangat dan kekhidmatan.

Dihadiri oleh seluruh Pengurus Kwartir Ranting Kecamatan Arjasa, Camat Arjasa, Polsek Kangean, Koramil 0827/18 Kangean, serta para petugas upacara yang berbalut seragam cokelat kebanggaan, prosesi sakral Ulang Janji dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Pramuka ke-64.

Di bawah cahaya lampu pendopo yang temaram, para anggota Pramuka berdiri tegak membentuk lingkaran kebersamaan. Wajah-wajah muda itu memancarkan keteguhan, seakan memahami bahwa janji yang akan mereka ucapkan bukan sekadar kata-kata, tetapi sumpah pengabdian yang akan mereka bawa sepanjang perjalanan hidup.

Suasana menjadi kian khidmat saat Camat Arjasa, selaku pembina upacara, menyampaikan amanatnya. Dengan suara yang tegas namun menyentuh, beliau menegaskan bahwa menjadi Pramuka bukan hanya soal baris-berbaris atau memakai seragam, tetapi tentang menjaga kehormatan diri, menanamkan disiplin, dan melestarikan nilai-nilai luhur bangsa. “Janji yang kalian ucapkan malam ini adalah kompas hidup. Peganglah erat, karena suatu saat nanti janji inilah yang akan menuntun kalian melewati badai kehidupan,” pesannya, disambut tatapan serius para peserta.

Suasana hening menyelimuti

Suasana hening menyelimuti ketika doa dibacakan. Setiap kata menembus relung hati, menyentuh sisi terdalam jiwa para peserta. Ada yang menunduk khusyuk, ada yang memejamkan mata dengan air mata mengalir perlahan. Malam itu, pendopo bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan saksi bisu lahirnya tekad-tekad baru untuk setia pada Trisatya, mengamalkan Dasa Dharma, dan mengabdi untuk nusa dan bangsa.

Ibrahim, mewakili Ketua Kwartir Ranting Arjasa, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota untuk menjadikan Ulang Janji sebagai momentum memperkuat komitmen dan integritas diri. “Janji ini bukan hanya untuk didengar orang lain, tetapi untuk diingat diri sendiri. Sebagai Pramuka, kita harus menjadi teladan, menjaga kehormatan, dan membawa manfaat bagi sesama,” ungkapnya dengan nada tegas namun hangat.

Malam penuh hikmat itu menegaskan bahwa Gerakan Pramuka di Arjasa bukan sekadar organisasi, tetapi wadah pembentukan karakter, sekolah kehidupan, dan ladang pengabdian. Dan ketika malam berakhir, janji-janji itu tak berakhir di pendopo—mereka hidup, bersemayam di hati, dan siap diwujudkan dalam tindakan nyata.

Pewarta: Hariyanto/HR