Sumenep, Dalam riuh angin laut dan senyap pasir yang memeluk malam, semangat Pramuka menyala tak pernah surut. Di usia yang ke-64 tahun, Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Sumenep membuktikan bahwa pengabdian bukan sekadar slogan, melainkan laku hidup yang terus dirawat. Hal ini terwujud dalam Kemah Bakti Pelatih Arya Wiraraja , yang digelar 2–3 Agustus 2025 di Pantai Slopeng, Desa Semaan, Kecamatan Dasuk.
Tak hanya menjadi forum penguatan kapasitas pelatih, kegiatan ini menyisipkan napas kemanusiaan lewat aksi sosial santunan untuk anak-anak yatim di sekitar lokasi kemah. Sebuah simbol bahwa Pramuka tak hanya kuat di lapangan, tapi juga hangat di hati.
Wakil Ketua Bina Wasa Kwarcab Sumenep, Musleh Wahid , menegaskan bahwa kemah bakti ini bukan kegiatan biasa.
“Ia adalah ruang untuk menyulam solidaritas, tempat di mana semangat kolektif pelatih diuji dan dipertajam. Inilah akar dari pengabdian yang sejati”.
Surahman , Kepala Pusdiklatcab Gerakan Pramuka Sumenep, pun menegaskan pentingnya kesinambungan kegiatan ini dalam pengembangan kualitas pelatih”.

“Kemah ini bukan hanya peringatan, tapi proses pendidikan. Di sinilah para pelatih meng-upgrade kapasitas, agar tak hanya mampu mendidik secara teknis, tapi juga membentuk karakter generasi masa depan
*Tak kalah menggugah, Kak Rusfandi, Sekretaris Pusdiklatcab Arya Wiraraja,* turut menyuarakan ajakan yang menggugah jiwa:
“Mari kita tinggalkan sekat, runtuhkan ego, dan bangun sinergi. Kepelatihan bukan medan individual, tapi ladang kerja sama. Jika kita solid, maka Kwarcab Sumenep akan melahirkan pembina-pembina yang tak hanya mumpuni, tapi juga memiliki visi kebangsaan yang kuat”,
Ajakan itu bukan sekadar kata-kata, tapi seruan yang menggugah kesadaran bersama—bahwa kekuatan Pramuka ada pada kekompakan para pelatihnya. Bila pondasi pelatih kokoh, maka pendidikan karakter tak akan pernah goyah.
Kemah Bakti Arya Wiraraja tahun ini menjadi bukti bahwa Pramuka Sumenep tidak sedang berjalan di tempat. Ia melangkah maju, berlari bersama zaman, namun tetap memeluk nilai-nilai luhur yang diwariskan sejak awal gerakannya.
Dari Slopeng, cahaya itu menyala. Dan dari sinilah, masa depan Pramuka Sumenep disusun dengan semangat yang tak lekang oleh waktu
Pewarta: Hariyanto












