Arjasa, Kangean – Dalam suasana yang terkesan santai namun sarat makna, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Arjasa tengah bersiap menyambut Hari Jadi Pramuka ke-64 dengan semangat yang tak pernah padam. Seperti bara yang terus menyala, semangat kepramukaan di kepulauan ini menunjukkan bahwa dedikasi tidak mengenal batas wilayah.
Tahun ini, empat agenda besar telah disiapkan secara matang: Upacara Bendera pada 14 Agustus, Gerak Jalan, Bakti Sosial, dan Perkemahan. Keempat kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan wadah aktualisasi nilai-nilai Trisatya dan Dasa Dharma yang terus ditanamkan pada setiap anggota.
Meski berada di wilayah kepulauan, geliat Pramuka di Arjasa tak bisa dianggap remeh. Tahun lalu, jumlah peserta gerak jalan dari tingkat Penggalang SD, SMP hingga Penegak mencapai 160 regu, angka yang mencerminkan betapa besar animo dan partisipasi generasi muda terhadap gerakan ini. Sebuah catatan yang membanggakan, sekaligus tantangan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan.
” Pramuka itu bukan sekadar baris-berbaris dan kemah semalam. Pramuka adalah proses pembentukan karakter, cinta tanah air, dan jiwa sosial,” ujar salah satu pembina di sela-sela rapat koordinasi di Arjasa.

Dalam kegiatan sosial, Pramuka Arjasa ingin menunjukkan bahwa keberadaan mereka tidak hanya untuk simbol seragam cokelat dan baret hitam, tapi nyata hadir di tengah masyarakat — membersihkan lingkungan, membantu warga, dan menguatkan semangat gotong royong.
Perkemahan yang direncanakan tahun ini pun diharapkan menjadi momen berharga untuk mempererat solidaritas lintas gugus depan, sembari menanamkan kecintaan terhadap alam dan nilai-nilai kebersamaan.
Melangkah dari Arjasa, para Pramuka muda ini membawa pesan: meski dari pulau, kami tak kalah maju. Meski jauh, semangat kami menyala.
Dengan segala persiapan yang sedang digarap, perayaan Hari Jadi Pramuka ke-64 di Kecamatan Arjasa bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah bentuk nyata dari komitmen untuk mendidik generasi yang tangguh, bertanggung jawab, dan cinta tanah air — dari ujung timur Madura, untuk Indonesia .
Oleh; Hariyanto, S.Pd










