Sumenep, Globalindo.net//– Potret kelam infrastruktur di Kabupaten Sumenep kembali disorot setelah seorang warga, El Daeng, mengalami kecelakaan tunggal akibat jalan rusak berat dan licin. Insiden ini terjadi di jalur utama Desa Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean—sebuah wilayah yang selama ini kerap terabaikan dalam prioritas pembangunan daerah.
Peristiwa memilukan itu terjadi saat El Daeng dalam perjalanan pulang menggunakan sepeda motor dari Kecamatan Arjasa menuju desanya. Jalan yang seharusnya menjadi nadi utama mobilitas warga justru berubah menjadi jalur berbahaya: berlumpur, licin, dipenuhi lubang, dan nyaris tak layak dilalui kendaraan roda dua. Akibat kondisi ekstrem tersebut, motor yang dikendarai El Daeng tergelincir, dan ia pun
mengalami luka-luka.
“Sudah sering kami sampaikan soal jalan ini, tapi pemerintah seperti menutup mata dan telinga. Harus ada korban dulu baru mau turun tangan?” ujar El Daeng,
masih dengan nada kecewa dan kesakitan.
Menurut El Daeng, kerusakan jalan tersebut bukan perkara baru. Sudah bertahun-tahun infrastruktur di jalur vital itu rusak parah tanpa adanya perbaikan berarti dari pemerintah daerah. Padahal, jalan tersebut menjadi akses utama masyarakat untuk bersekolah, berobat, serta menggerakkan roda perekonomian lokal.
Ironisnya, Pemkab Sumenep kerap membanggakan pencapaian pembangunan di berbagai forum dan media. Namun, realita yang dialami masyarakat di pulau-pulau terluar seperti Kangean menunjukkan wajah lain dari pemerintahan yang terkesan lebih sibuk mengejar citra daripada memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya.
Warga pun mempertanyakan keberpihakan anggaran pembangunan daerah. Mengapa wilayah-wilayah pesisir dan pulau terpencil seolah diabaikan? Apakah keadilan anggaran pembangunan hanya milik kawasan daratan yang dekat dengan pusat kekuasaan?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep maupun dinas teknis terkait peristiwa ini. Ketiadaan respons cepat dari pihak berwenang justru memperkuat persepsi publik bahwa keselamatan dan kenyamanan warga pulau bukanlah prioritas.
Masyarakat mendesak agar Pemkab Sumenep segera bertindak, bukan hanya reaktif setelah jatuh korban. Diperlukan pembenahan serius dan strategi pemerataan pembangunan yang tidak bias wilayah.
Kecelakaan El Daeng bukanlah sekadar insiden tunggal, tetapi alarm keras atas kegagalan sistemik dalam menyelenggarakan pelayanan dasar yang layak bagi seluruh warga, tanpa terkecuali.”
Pewarta:HR












